Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Peringati Hari Wayang Dunia, Semua Jenis Wayang Dipamerkan di ISI Solo

Septian Refvinda Argiandini • Kamis, 2 November 2023 | 05:44 WIB

 

Rektor ISI Solo I Nyoman Sukerna membacakan sambutan pada peringatan Hari Wayang Sedunia di kampus setempat, Rabu (1/11/2023).
Rektor ISI Solo I Nyoman Sukerna membacakan sambutan pada peringatan Hari Wayang Sedunia di kampus setempat, Rabu (1/11/2023).

RADARSOLO.COM- Memperingati Hari Wayang Dunia ke-IX, Institut Seni Indonesia (ISI) Solo menggelar ruwatan masal dan spirit harmoni dunia, Rabu (1/11/2023) malam.

Mengusung tema Mawayang Hayu Bhuawana Macarita Jayabaya.

Peringatan Hari Wayang Dunia di ISI Solo ditandai penancapan gunungan wayang oleh Rektor ISI Solo I Nyoman Sukerna.

Dilanjutkan pementasan wayang orang oleh mahasiswa ISI Solo. Melibatkan mahasiswa berkebutuhan khusus.

Rektor ISI Solo mengatakan, Mawayang Hayu Bhuawana Macarita Jayabaya memiliki makna petuah luhur untuk menjaga harmoni kehidupan di tengah masyarakat.

Tokoh Jayabaya di tanah Jawa dimaknai sebagai tokoh olah batin yang luar biasa.

Jayabaya merupakan tokoh yang bisa menghasilkan ramalan mitologis dan terkenal hingga saat ini.

Menurut I Nyoman Sukerna, pagelaran wayang bisa menjadi media perantara nilai-nulai luhur tentang harmoni di dunia.

Dalam peringatan Hari Wayang Dunia, ISI Solo menampilkan wayang dengan berbagai jenis, bentuk, dan lakon cerita.

"Kami berharap pagelaran ini bisa meningkatkan semangat dan motivasi mahasiswa dan civitas ISI Solo untuk lebih meningkatakan mutu pendidkan dalam hal pelestaraian seni, khususnya seni pedalangan," ucapnya.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid dalam sambutannya menyampaikan, wayang mempunyai kontribusi besar dalam kehidupan.

Lewat gerakan wayang, suara gamelan, dan tutur kata dalang, dapat mengispirasi setiap aspek kehidupan masyrakat.

Di Hari Wayang Dunia, pihaknya berharap ISI Solo sebagai institusi seni Indonesia bisa mengembangkan dan membawa wayang ke kalangan yang lebih luas. Utamanya pada generasi muda.

"Maka kami berharap, civitas akademika dan mahasiwa ISI Solo bisa berkolaborasi dengan istitusi pendidikan lainnya. Mulai dari jenjang dasar dan menengah, untuk bisa mengembangkan dan melestarikan wayang ke depannya," jelasnya.

Sementara itu, dalang kondang Ki Dr. Bambang Suwarno membawakan lakon Murwakala. Menceritakan tentang pembebasan bagi orang Sukerta dari keganasan Bathara Kala.

Pembebasan ini juga disinggung pada beberapa literatur Jawa. Seperti pembebasan Dewi Winata oleh Garudeya dalam Adiparwa dalam Kakawin Parbhigama.

Arjuna membebaskan bidadari Purpamesi dari kutukan berwujud buaya di Sungai Savabadra. Pada Kidung Sudamala ditemukan cerita Sadewa meruwat Durga kembali berparas Uma.

Ataupun pada cerita Nawaruci ketika Bima berhasil meruwat Rukmuka-Rukmakala menjadi Bathara Indra dan Bathara Bayu.

Ketua Jurusan Pedalangan ISI Solo Dr. Bagong Pujiono menuturkan, ruwatan masal digelar untuk wahana membangkitkan kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa.

Ruwatan masal dipercaya dapat memberikan manfaat secara spiritual.

“Ruwatan masal menjadi ruang terbuka bagi kita untuk memberikan makna positif dan dapat menggugah daya kreasi dan inovasi untuk kekaryaan seni,” ucap Bagong.

Pengunjung mengamati beragam bentuk wayang kulit yang dipamerkan di kampus ISI Solo dalam rangka Hari Wayang Dunia.
Pengunjung mengamati beragam bentuk wayang kulit yang dipamerkan di kampus ISI Solo dalam rangka Hari Wayang Dunia.

Hingga saat ini, lanjut Bagong, masyarakat Jawa masih memandang ruwatan sebagai tradisi pembebasan diri dari marabahaya.

Ruwatan menjadi spirit dan tata laku batiniah manusia untuk keluar dari cengkeraman mala dan sukerta, sehingga dapat tercipta harmoni manusia maupun jagat raya.

“Maka kami mengambil tema spirit harmoni dunia yang terwadahi dalam narasi besar “Mawayang Hayu Bhuwana”. Dimana hak ini memberikan makna mendalam bagi siapa saja untuk menumbuhkan spirit harmoni jagat raya sehingga terciptanya kedamaian di dunia,” ungkapnya.

Baca Juga: Tol Fungsional Solo-Jogja saat Nataru Bisa Diakses dari Titik Ini

Pantauan radarsolo.com, puluhan pagelaran wayang di ISI Solo dipusatkan di Pendapa GPH Djojokusumo dan Gedung Gendhon Humardani (Teater Besar) ISI Solo.

Ada wayang kontemporer dengan lakon Jangkah Jayabaya yang disajikan Himadaliska ISI Solo.

Wayang purwa Herjuna Pramariza Fadlansyah disajikan dalang dari Universitas Indraprasta (Unindra) Jakarta Selatan.

Wayang purwa Abimanyu Gantung disuguhkan Wangsit Winursito dari Sanggar Cakraningrat, Rembang,

Kegiatan lainnya dalam peringatan Hari Wayang Dunia di ISI Solo adalah seminar nasional Mawayang Hayu Macarita Jayabaya di Gedung Teater Kecil ISI Solo. (ian/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#ISI Solo #Mawayang Hayu Bhuawana Macarita Jayabaya #I Nyoman Sukerna #Hari Wayang Dunia #rektor isi solo