RADARSOLO.COM - Potensi copet masih menjadi perhatian aparat kepolisian dalam agenda Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi.
Mengingat pelaku kejahatan ini sering melakukan aksi kriminal dengan memanfaatkan masyarakat yang berkerumun di suatu acara.
Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Sugiyanto menjelaskan beberapa langkah akan dilakukan untuk meminimalisir gerak pelaku.
"Kami telah menyiapkan pengamanan secara terbuka. dimana akan ada anggota yang Berseragam melakukan patroli dengan berjalan," kata mantan Kasat Lantas Polres Klaten ini.
"Kemudian pengamanan tertutup, anggota berpakaian biasa, bercampur baur dengan jamaah. Nanti akan ada posko pengamanan di lokasi yang terdiri dari personel polisi, TNI, serta pemkot sehingga masyarakat yang merasa jadi korban kejahatan, bisa melapor di posko tersebut atau bisa langsung menuju polsek sehingga bisa cepat ditindaklanjuti," imbuh kapolsek.
Masyarakat juga diminta tak mengenakan barang mencolok agar tak menarik perhatian pelaku kriminal. "HP ditaruh di tas dan dipeluk didepan, kemudian membawa uang secukupnya saja," ujarnya.
Ditambahkan Sugiyanto, sejak awal pekan ini, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi baik dengan panitia pelaksana, kecamatan, kelurahan, hingga para ketua RT dan RW sekitar lokasi haul. Selain keamanan, masalah yang diantisipasi adalah masalah sampah.
"PKL yang berjualan diwajibkan punya kantong plastik. Sehingga sampah tidak berserakan di jalan. Kemudian kendaraan langsung diarahkan ke lokasi parkir. Polsek mem-backup sepenuhnya terkait kemanan dan pengamanan secara penuh," urainya.
Kapolsek mengatakan, jajaran polsek juga sudah melakukan pemantauan dilokasi. Sebab meski puncak acaranya dijadwalkan pada Sabtu dan Minggu (4-5/11), namun sudah ada beberapa kegiatan yang terselenggara.
Selain itu beberapa jamaah baik dari dalam kota maupun luar kota juga sudah mulai berdatangan.
"Ada beberapa rombongan silih berganti. Tadi rombongan yang saya sapa dari Semarang 2 bus besar lebih kurang 100 orang di dominasi ibu-ibu. Masih sedikit. Tapi di selatan makam sudah dipasang tenda untuk mengakomodir jamaah yang datang. Pada saat puncak acara, hasil rapat terakhir, seperti tahun sebelumnya bisa di atas 5000 orang," papar kapolsek.
Untuk titik lokasi penginapan, Kapolsek mengaku kurang memonitor hal tersebut. Akan tetapi dari koordinasi memang ada dari masyarakat yang menjadikan rumahnya menjadi lokasi penginapan, kemudian home stay, serta pondok pesantren juga menyediakan tempat untuk menginap.
"Seperti pondok pesantren milik Habib Novel, menyediakan tempat dan bisa menampung untuk 3000 orang," pungkasnya. (atn)
Editor : Damianus Bram