Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tunggu Masa Sanggah Hasil Lelang, Proyek Underpass Joglo Dimulai Akhir November

Silvester Kurniawan • Rabu, 8 November 2023 | 19:25 WIB
Seorang pekerja tengah mencopot genteng bangunan yang terdampak pembangunan Underpass Joglo, kemarin.
Seorang pekerja tengah mencopot genteng bangunan yang terdampak pembangunan Underpass Joglo, kemarin.

RADARSOLO.COM – Proyek Underpass Joglo baru mulai digarap pada akhir November ini. Sebab, saat ini masih memasuki masa sanggah sebelum diumumkan pemenang lelang pada pertengahan bulan ini.

Asisten lahan Satker PJN Wilayah III Jawa Tengah Agus Mulyanto memastikan, sisa-sisa bangunan milik warga yang telah dibebaskan akan diratakan dengan alat berat. Setelah itu baru dimulai proses konstruksi.

“Setelah proses lelangnya selesai, pembangunan fisik sudah bisa langsung dilakukan. Nanti perkiraannya di akhir November,” terang dia, Selasa (7/11).

Dengan perhitungan itu, Agus masih memberi kesempatan kepada warga terdampak untuk mengambil material bangunan yang sekiranya masih bisa digunakan oleh masing-masing pemilik sampai akhir November ini. Setelah itu, alat berat akan dikerahkan meratakan lahan sebelum proses konstruksi dimulai.

“Pembongkaran itu  dilakukan warga, namun jika warga tidak punya alat berat nanti kami yang kerjakan. Makanya waktu jeda ini warga masih diberi kesempatan untuk membongkar sendiri, jika ada yang masih bisa digunakan silakan diambil. Soalnya kalau dengan alat berat kan pemilahan tidak bisa dilakukan,” papar dia.

Sekadar informasi, lelang paket pekerjaan pembangunan Underpass Joglo tertera dalam lpse.pu.go.id dimulai sejak 7 September lalu.

Dalam dokumen tersebut pekerjaan kontruksi dengan masa pengerjaan multiyear itu didanai oleh APBN senilai Rp 300,017 miliar (nilai pagu, Red).

Pembangunan underpass sepanjang 450 meter dan 750 jalan eksisting itu membutuhkan area seluas 31.100 meter persegi bakal lahan yang kini masuk dalam proses penghapusan aset.

“Konstruksinya harus selesai September 2024,” terang Agus.

Terpisah, Camat Banjarsari Beni Supartono membenarkan ada 161 bidang lahan di wilayahnya yang terdampak pembangunan Underpass Joglo di empat kelurahan berbeda. Di antaranya Kelurahan Joglo, Nusukan, Kadipiro, dan Banjarsari.

Hingga saat ini warga terdampak telah meninggalkan bangunan masing-masing pascaganti rugi yang diberikan pemerintah belum lama ini.

“Edaran sebelumnya itu kan pengsongan harus selesai di 5 November, tapi tidak sertamerta demikian. Saya pikir masih ada kelonggaran kalau warga masih wara-wiri untuk mengambil material bangunan dan sebagainya,” terang Beni. (ves/bun)

Editor : Damianus Bram
#Underpass Joglo