RADARSOLO.COM- Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan di sejumlah titik Kota Solo, Sabtu (11/11/2023).
Pohon beringin berukuran raksasa di pojok depan Stadion R Maladi Sriwedari tumbang. Pohon yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun ini juga menimpa tiang listrik di simpang tiga Sriwedari hingga ambruk.
Tulisan I Love Solo dan lampu taman di kawasan Stadion Sriwedari juga rusak parah.
Pantauan radarsolo.com terlihat petugas kepolisian menutup akses Jalan Bhayangkara guna mempercepat proses evakuasi.
Puluhan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo melakukan proses evakuasi menggunakan gergaji mesin.
Dahan pohon beringin dipotong kecil-kecil untuk memudahkan proses evakuasi.
Potongan dahan kemudian diangkut menggunakan truk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo.
Sumanto, Limnas yang berjaga di Stadion Sriwedari mengatakan, hujan tak berlangsung lama. Hanya sekitar 15 menit. Tapi dibarengi angin berhembus kencang.
"Mobat-mabit anginnya. Dua kali angin kencang. Pertama aman, namun yang kedua makin kencang sampai pohonnya ambruk," tutur Sumanto.
Saat kejadian, lanjut Sumanto, arus lalu lintas sedang lengang. Tidak membuat adanya korban jiwa maupun luka.
Hanya saja terdengar suara ledakan sebanyak tiga kali yang diduga dari trafo yang tertimpa pohon. "Tiang (listrik)-nya sampai ambruk," ujarnya.
Kerusakan serupa juga terjadi di Jalan Yosodipuro. Sebuah warung di RT 01 RW 01, Kelurahan Timuran, Kecamantan Banjarsari tertimpa pohon beringin berukuran besar.
Dua orang Linmas berjaga di depan lokasi sembari mengatur arus lalu litas.
Alim Nugroho, pemilik warung mengatakan, saat kejadian warung sedang libur. "Dapat pesanan katering. Untungnya warung saya tutup," ungkapnya.
Saat pohon tumbang, Alim sedang makan di rumah yang lokasinya di belakang warung, sedangkan sang istri berada di dapur.
"Tiba-tiba terdengar suara benda besar jatuh. Saya langsung lari keluar. Genting warung sudah ambruk semua tertimpa pohon," katanya.
Soal kerugian, Alim belum bisa memperkirakan. Selain bangunan warung rusak, perabotan juga tertimpa pecahan genting.
"Pohon ini sudah ada sejak saya kecil. Warung awalnya punya bapak, terus saya sama istri yang meneruskan. Yang buat saya bingung, kenapa akarnya malah kaya serabut, tidak menancap ke tanah," ujar dia. (atn/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono