RADARSOLO.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo bakal memperketat pengawasan parkir di kawasan Stadion Manahan saat event Piala Dunia U-17 berlangsung.
Pasalnya masih ditemukan kendaraan nekat parkir di kawasan stadion, meski sudah ada rambu larangan.
Kepala UPTD Perparkiran Dishub Kota Solo Haryono Nugroho menjelaskan, setiap hari pertandingan, kawasan Stadion Manahan steril dari kendaraan.
Terkecuali kendaran yang memang diperbolehkan berada di sekitar stadion, sesuai izin yang mereka miliki.
"Sudah dimulai sejak pukul 12.00 sampai pertandingan berlangsung. Itu permintaan dari FIFA. Tidak hanya di dalam stadion, namun juga Jalan Adi Sucipto, KS Tubun, Menteri Supeno, dan Jalan Gelora Manahan," urai Haryono.
Saat laga terakhir, Senin (12/11) yang lalu, masih ditemukan mobil yang parkir di area steril. Pihaknya langsung menindak tegas dengan melakukan derek pada kendaran tersebut.
"Senin kemarin ada dua kendaraan (diderek dishub). Kami bawa ke kantor," ujarnya.
Haryono mengungkapkan, yang kerap melanggar malah kendaraan dari pihak panitia pelaksana.
Sebab ada kesalahpahaman antara panpel dengan pihak event organizer pada gelaran olahraga tingkat internasional tersebut.
"Waktu hari pertama juga banyak, ada beberapa kendaraan milik penonton juga. Cuma saat itu belum kami derek, karena masih hari pertama. Untuk hari kedua kami derek karena sudah ada sosialisasi saat hari pertama," ungkap Haryono,
Mobil yang diderek bisa diambil ke kantor dishub, dengan menunjukan surat kendaraan. Namun, mobil yang diderek akan kena sanksi denda.
"Dendanya kalau penderekan Rp 300 ribu. Kalau gembok Rp 200 ribu. Untuk yang digembok tidak ada, karena memang harus steril," pungkasnya.
Agar kejadian ini tidak terulang, Haryono mengatakan akan memperketat pengawasan. Apalagi venue pertandingan tidak jauh dari kantor dishub.
"Mungkin nanti anggota kami siagakan dari pagi. Jadi ketika terlihat ada kendaraan akan parkir, langsung kami arahkan ke lokasi yang telah ditentukan," pungkas Haryono. (atn/nik)
Editor : Damianus Bram