RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan 2 hektare lahan di kawasan Solo Techno Park (STP) untuk pembangunan rumah sakit (RS) kardiologi milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.
Pembangunan rumah sakit baru tersebut merupakan kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah Uni Emirat Arab.
Pemkot Solo hanya diminta untuk menyiapkan lahan agar proses pembangunan segera bisa digelar.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Budi Murtono memastikan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit tersebut telah clean and clear.
Lahan yang akan dipakai untuk pembangunan RS kardiologi itu masih satu bagian dengan lahan hak pakai (HP) yang digunakan untuk Solo Techno Park (STP).
Yakni dengan kebutuhan penggunaan hampir 2 hektare guna menunjang pembangunan rumah sakit tersebut.
“UEA minta tanda tangan status tanah clean and clear. Kemudian Kemenkes minta tanah yang digunakan itu memang tidak ada masalah,” terang dia, Rabu (15/11).
Bakal lahan untuk pembangunan rumah sakit yang masih satu area dengan Solo Techno Park (STP), tepatnya berada di sisi timur utara, berbatasan dengan jalan yang ada di wilayah setempat.
“Sistem kerja samanya seperti apa kami belum tahu, karena kerja samanya antara pemerintah pusat dan Pemerintah UEA,” beber Budi Murtono.
Proses peletakan batu pertama dimulainya pembangunan rumah sakit akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Minggu depan peletakan batu pertama. Saya lupa harinya, yang jelas minggu depan,” beber Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. (ves/nik)
Editor : Damianus Bram