Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Makan di Hajatan, Puluhan Warga Kelurahan Kadipiro Pusing dan Mual

Antonius Christian • Selasa, 21 November 2023 | 16:02 WIB
Ilustrasi keracunan. (JawaPos.com)
Ilustrasi keracunan. (JawaPos.com)

RADARSOLO.COM - Keracunan massal terjadi di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo. Puluhan orang diduga keracunan, setelah menyantap hidangan di rumah W, warga yang menggelar hajatan di Kampung Bayan RT 04 RW 10, Kelurahan Kadipiro.

Puluhan korban yang diduga keracunan segera dilarikan ke dua rumah sakit (RS) di Kota Solo.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, W menggelar hajatan sekira pukul 10.00 -12.00. Tamu undangan mayoritas warga sekitar.

Warga yang datang menyantap teh, kacang, roti, sosis, nasi, telur ayam, paklay, daging sapi suwir, hingga es buah. Selesai hajatan mereka langsung pulang ke rumah masing-masing. 

Namun empat jam berselang, mereka tiba-tiba merasa pusing, lemas, mual, hingga ada yang muntah.

Mereka kemudian dilarikan ke RS oleh anggota keluarga masing-masing. Rinciannya sembilan orang ke RS Brayat Minulya Solo. Sedangkan 18 orang lainnya dilarikan ke RSUD Ibu Fatmawati Soekarno, Ngipang, Solo.

Saat dikonfirmasi, Camat Banjarsari Beni Supartono Putro membenarkan dugaan keracunan yang menimpa puluhan orang tersebut. Dia juga mengaku kasus ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib.

“Total ada 27 orang yang keracunan massal setelah menyantap hidangan dari hajatan di rumah warga. Mereka dilarikan ke RS Brayat Minulya dan RSUD Fatmawati Ngipang,” ungkap Beni, kemarin (20/11).

Beni menambahkan, tamu undangan yang hadir ke hajatan diketahui secara bergelombang. Setelah menyantap hidangan, mereka segera pulang ke rumah mereka masing-masing.

“Kebanyakan yang mengalami gejala (diduga keracunan) pada Minggu sore. Ini masih dugaan keracunan ya, karena ada selang waktu 4-5 jam (setelah menyantap hidangan). Bisa jadi mereka pulang dari hajatan mampir beli makanan atau minuman,” imbuh Beni.

Beni mengaku para korban tidak hanya berasal dari Kota Solo, ada juga yang dari luar daerah. Seperti Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Saat ini kasus dugaan keracunan itu sudah ditangani Polresta Solo.

“Ini hanya info sementara. Karena kepolisian masih melakukan penyelidikan, untuk memastikan apakah keracunan atau bukan,” tandas Beni.

Beni juga meminta pihak puskesmas terdekat, untuk ikut memantau kondisi para korban.

“Kondisi korban belum ada yang parah. Puskesmas di sekitar rumah korban sudah standby. Semisal ada keluhan lanjutan, bisa mendatangi puskemas. Atau ke rumah sakit supaya cepat ditangani,” pesannya.

Di sisi lain, Polresta Surakarta masih mendalami dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan warga Kelurahan Kadipiro, Banjarsari.

“Jadi memang benar ada (dugaan keracunan masal). Ada salah seorang warga yang menggelar hajatan, kemudian selang berapa jam beberapa tamu undangan mengeluh mual,” kata Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi.

Awalnya polisi mendapat informasi 19 orang dilarikan ke RS karena diduga keracunan. Kemudian malam harinya bertambah menjadi 30 orang. Mayoritas hanya rawat jalan. Sedangkan dua orang masih dirawat di RS.

“Tadi pagi (kemarin), dua orang warga itu sudah diperbolehkan pulang,” imbuh Kapolresta.

Sejumlah langkah penyelidikan dilakukan. Antara lain mendatangi RS untuk mengetahui kondisi korban, menggali keterangan pemilik hajatan, hingga mengambil sampel makanan yang sudah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng. 

“Menunya nasi, sayur, dan lauk-pauk sudah kami ambil sampelnya. Lalu kami kirim ke labfor untuk pemeriksaan lebih mendalam. Terkait lama pemeriksaan, itu tergantung labfor,” urainya. 

Selain itu, polisi juga meminta keterangan para korban. Namun baru bisa dilakukan setelah mereka benar-benar pulih. 

Menurut keterangan awal pemilik hajatan, menu makanan dimasak pada Sabtu (18/11). Kemudian dipanasi lagi keesokan harinya, sebelum disajikan ke para tamu.

“Apakah penyebabnya karena hal tersebut, masih kami dalami lagi. Baru bisa disimpulkan setelah hasil labfor keluar,” papar kapolresta.

Setelah hasil lab keluar, akan dilakukan pemanggilan terhadap pemilik hajatan. Akan dikonfirmasi terkait jumlah tamu yang diundang. Kemudian berapa yang mengeluh sakit?

Kendati sedang didalami, kapolresta menegaskan kasus dugaan keracunan ini bisa diselesaikan lewat jalur kekeluargaan.

“Masaknya bukan dari katering, tapi dari orang warga sekitar. Jadi mereka masaknya bareng-bareng. Kami mendorong penyelesaian secara damai. Kekeluargaan. Akan kami mediasi,” tandas kapolresta. (atn/fer)

Editor : Damianus Bram
#Keracunan Massal #polresta surakarta #hajatan #solo #kadipiro