Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

KAI Ajak Para Veteran hingga Siswa SD Keliling Solo Naik Sepur Kluthuk Jaladara: Biar Jadi Contoh

Syahaamah Fikria • Rabu, 22 November 2023 | 14:56 WIB

 

Para veteran dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Markas Cabang Surakarta menikmati perjalanan naik sepur kluthuk Jaladara, Selasa (21/11) sore.
Para veteran dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Markas Cabang Surakarta menikmati perjalanan naik sepur kluthuk Jaladara, Selasa (21/11) sore.

RADARSOLO.COM - Momen Hari Pahlawan di bulan November masih terasa. Untuk memperingatinya, KAI Daop 6 Jogja mengajak Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Markas Cabang Surakarta naik kereta uap atau sepur kluthuk Jaladara keliling Kota Solo, Selasa sore (21/11).

Kegiatan yang dikemas dalam Memorable Trip Kereta Uap Jaladara turut diikuti Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Komisaris PT KAI KGPAA Mangkunegaran X, hingga siswa-siswa SD.

"Ya, cuma Kota Solo saja yang punya kereta uap yang melintasi tengah kota. Jadi, luar biasa sekali perjalanan dari stasiun Purwosari dengan menikmati Kota Solo dengan kereta jadul ini," kata Gibran.

Gibran menambahkan, dengan adanya kereta uap atau sepur kluthuk Jaladara ini diharapkan bisa kian menggairahkan wisata di Kota Bengawan. Terlebih, dengan adanya cerita-cerita sejarah saat menaiki kereta ini.

"Ya kami ingin, selain wisata-wisata modern, wisata budaya, wisata yang seperti ini perlu dikembangkan. Tadi sembari perjalanan dari Purwosari sampai Stasiun Kota ada salah satu sejarawan yang mengenalkan sejarah-sejarah Kota Solo," ujar dia.

Sementara itu, EVP KAI Daop 6 Jogja Bambang Respationo menjelaskan, Jaladara dan Stasiun Purwosari memang lekat dengan nilai historisnya. Terutama berkaitan dengan peran Pura Mangkunegaran.

"Stasiun Purwosari ini dahulunya adalah bagian lintas Semarang sampai Jogja. Pertama kali dibangun 17 Juni 1864. Dulunya digunakan untuk mengangkut produk tebu atau gula dibawa sampai ke pelabuhan," jelas dia.

"Kemudian pada 1900-an mulai dikembangkan. Stasiun Purwosari dirombak tidak hanya melayani untuk hasil gula, tapi juga melayani penumpang. Itu awal berdirinya Stasiun Purwosari, menggunakan KA log uap. Jarang sekali ada log uap D1410," lanjutnya.

Kereta uap tersebut, kata Bambang, dibuat di Hannover Jerman pada 1921. Kemudian eksistensi kereta uap mulai meredup pada 1925 hingga 1930, dan ditarik dari operasionalnya.

"(Kereta uap) awalnya dipakai di Jabodetabek dan lintas Jawa Barat. Setelah itu mengalami renovasi dan kita pakai atas permintaan Kota Solo sebagai kereta pariwisata," papar dia.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan, pada momen perjalanan wisata kali ini pihaknya ingin mengajak peserta mengenang masa perjuangan tempo dulu bersama para veteran.

Baca Juga: Nahas di Hari Ulang Tahun, 2 Orang Terluka Akibat Keranjang Bianglala Jatuh di Pasar Malam Colomadu merupakan Warga Magetan

Serta memberi kesempatan siswa-siswa SD mendapat wejangan langsung dari para LVRI. Guna meneruskan perjuangan untuk membawa Indonesia lebih maju dan sejahtera.

"Tujuannya biar semangat kepahlawanan mereka dapat menjadi contoh. Maka, adanya perwakilan dari anak-anak SD, harapannya ini sebagai contoh untuk generasi muda dalam meneruskan perjuangan pahlawan dahulu," pungkasnya. (ul/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#sepur kluthuk jaladara #kereta uap #veteran #jaladara #gibran rakabuming raka #KAI Daop 6 Jogja #lvri