RADARSOLO.COM – Massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari 10 kampus di Jawa Tengah (Jateng) dan Jogjakarta menggelar aksi di depan Balai Kota Solo, Senin (18/12) petang.
Dalam aksinya, para mahasiswa itu meminta agar Wali Kota Solo yang kini juga menjadi cawapres, Gibran Rakabuming Raka tidak anti dengan debat.
Sayang, aksi gabungan BEM itu tak direspons sama sekali oleh wali kota yang juga putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut. Terlihat Gibran yang tak menemui massa aksi itu.
Koordinator aksi, Raafila Anbiya mengaku kecewa dengan perilaku Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres yang akan bertanding dalam Pilpres 2024.
Mereka kecewa dengan berbagai fenomena yang menyertai majunya Gibran sebagai cawapres.
Serta mengkritisi sikap Gibrang yang mengumbar beragam alasan untuk tidak hadir dalam berbagai diskusi publik yang diinisiasi oleh sejumlah pihak baru-baru ini.
“Kami sangat kecewa karena waktu kegiatan-kegiatan publik Mas Gibran tidak mau hadir. Sebetulnya kami ingin melihat gagasan Mas Gibran seperti apa untuk membawa negara ini,” tegas dia.
Dalam kesempatan itu, massa mahasiswa juga menyampaikan sejumlah kritik pedas terhadap pemerintahan saat ini.
Mereka juga cukup tajam menyerukan kritik atas visi misi cawapres Gibran, lebih-lebih saat ini yang bersangkutan selalu mencitrakan diri sebagai generasi muda.
“Kami mengharapkan dia (Gibran) bisa hadir hari ini. Karena Mas Gibran tidak hadir dalam berbagai forum debat, makanya kami datang jauh-jauh ke sini mengharapkan agar yang bersangkutan bisa merespons langsung," papar Raafila.
"Kalau Mas Gibran ngomong mewakili gen Z, harusnya gen Z yang datang hari ini langsung bisa direspons. Soal visi-misi kami mengharapkan hal yang kontekstual soal pelaksanaan dan sistemnya seperti apa,” tandas dia. (ves/ria)
Editor : Syahaamah Fikria