Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah Alkohol, Jaringan Air PDAM Akhirnya Mengalir Kembali: tapi Masih Keruh

Silvester Kurniawan • Sabtu, 23 Desember 2023 | 13:00 WIB
Warga Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon kesulitan air akibat pencemaran Sungai Bengawan Solo. Droping air bersih dilakukan.
Warga Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon kesulitan air akibat pencemaran Sungai Bengawan Solo. Droping air bersih dilakukan.


RADARSOLO.COM – Usai dimatikan seharian karena air baku dari Sungai Bengawan Solo tercemar limbah alkohol, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi, Jurug, dan Jebres kembali beroperasi dengan normal pada Jumat (22/12).

Kendati demikian, air bersih yang mulai diterima para pelanggan PDAM Solo warnanya masih keruh.

Pegiat Air Bersih dari Kelurahan Mojo Jumadi mengatakan, setelah jaringan air PDAM dimatikan pada Rabu (20/12) malam, pihaknya mendapatkan bantuan air bersih yang dikirimkan dengan armada tanki air.

Pengiriman oleh PDAM itu dilakukan di RT 09 dan RT 04 RW 02 Kelurahan Mojo, dan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.

Kemudian, pada Jumat (22/12) pagi, jaringan air PDAM di wilayahnya kembali beroperasi.

”Pagi pukul 09.00 airnya sudah menyala. Tapi kondisinya masih sedikit keruh,” kata dia.

Meski demikian, warga tetap memanfaatkan air PDAM itu untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka memutar cara dengan mengendapkan air yang agak keruh itu untuk beberapa saat.

Air yang sudah diendapkan itu kemudian digunakan warga, baik untuk memasak maupun mandi dan cuci.

”Sejak air menyala sudah tidak ada droping air. Jadi kalau mau pakai airnya, ya diendapkan dulu. Saya pikir sudah aman untuk minum karena tidak berbau seperti Rabu (20/12) itu yang bau badek (bau menyengat, Red),” terang dia.

Berdasarkan kondisi di lapangan, air PDAM yang didistibusikan ke wilayah Pasar Kliwon mulai bersih pada Jumat petang.

Para warga di wilayah itu selama ini memang mengandalkan air baku dari Sungai Bengawan Solo untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

”Sudah bening." kata Jumadi sambil menunjukkan kucuran air keran yang jauh lebih jernih daripada sebelumya.

Sementara itu, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi PDAM Solo, Bayu Tunggul membenarkan kondisi air memang tidak bisa langsung jernih usai IPA berhenti beroperasi.

Sebab, proses penyaluran air kadang membawa endapan bersamaan dengan air yang dalirkan.

Selain itu, ada potensi oksidasi yang ada di dalam pipa. Oleh sebab itu, saat jaringan menyala usai dimatikan pasti akan sedikit keruh dan sejenisnya.

”Memang tahapannya seperti itu karena air yang diolah pun dari Sungai Bengawan Solo yang kualitas airnya ditentukan debit air di sekitar lokasi pengolahan," ujar Bayu.

"Itu merupakan hal normal, lebih-lebih untuk air baku yang diolah dari sungai maupun sumur dalam. Tapi kalau air yang kami olah dari Cokro (Klaten) tidak seperti itu karena bahan bakunya sendiri sudah sangat baik,” imbuh dia.

Untuk kondisi air keruh, PDAM mengimbau sebaiknya tidak digunakan untuk konsumsi terlebih dahulu.

Pelanggan harus menunggu hingga kondisi air menjadi jernih kembali. (ves/adi/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#alkohol #limbah #sungai bengawan solo #pdam