RADARSOLO.COM- Mengisi libur Natal dan tahun baru (Nataru), masyarakat menyerbu tempat wisata alam, bersejarah, hingga wisata religi di Kota Solo.
Diprediksi, jumlah wisatawan terus meningkat karena libur sekolah masih sepekan lagi ditambah tahun baru.
Direktur Pengelola Masjid Syeikh Zayed Munajat mengatakan, kenaikan okupansi pengunjung mulai terlihat sejak akhir pekan lalu.
Diperkirakan, sampai akhir tahun, jumlah kunjungan bisa tembus 50 ribu orang.
"Setiap akhir pekan memang selalu meningkat (jumlah pengunjung). Tapi kami lihat pada Senin ini semakin banyak dibanding hari biasanya. Mungkin sekira 25 ribu sampai 30 ribu pengunjung per hari. Terus bertambah di libur panjang," ujarnya, Senin (25/12/2023).
Munajat memperkirakan, puncak kepadatan pengunjung akan terjadi pada 30 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024.
Sebab itu, pihaknya menyiapkan beberapa antisipasi untuk mengurai jika terjadi penumpukan wisatawan. Salah satunya adalah menambah akses pintu masuk dan pintu keluar.
"Misalnya pengunjung membeludak, kami lewatkan pintu utara dan selatan. Penumpukan di luar juga kami antisipasi. Ada beberapa pintu alternatif yang sudah lama kami siapkan," beber Munajat.
Terkait kebersihan, Munajat sudah berkoordinasi dengan masyarakat sekitar untuk menyiapkan sejumlah tong pembuangan sampah.
"Kemudian untuk jam kebersihan atau cleaning service, kami alihkan di waktu malam hari saat suasana sudah bebas. Kami kerahkan beberapa petugas kebersihan," lanjutnya.
Untuk jam operasional Masjid Sheikh Zayed, bisa bertambah secara kondisional. Seperti diketahui, masjid buka mulai pukul 03.30 hingga 22.00.
"Kondisional bisa kami tambah untuk jam operasionalnya. Mungkin pengunjung semakin membeludak dan ada yang datang mendekati jam tutup, kami akan longgarkan. Jadi lihat situasinya dulu," ungkap Munajat.
Tak kalah ramai, Solo Safari juga banyak diserbu wisatawan dari berbagai daerah. Mereka menikmati suasana kebun binatang yang sudah banyak berubah pasca direvitalisasi.
“Saya merantau ke Jakarta. Ini sekalian mudik jalan-jalan ke Solo Safari karena penasaran seperti apa setelah direvitalisasi. Ternyata cukup bagus. Koleksinya bertambah,” ujar Lina Marlina, warga Kabupaten Karanganyar.
Destinasi sejarah Keraton Kasunanan Surakarta juga diserbu wisatawan selama libur panjang.
Narso, pemandu wisata Keraton Kasunanan menjelaskan, pada libur akhir tahun, pengunjung yang datang tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Termasuk dari mancanegara. Seperti Jepang China.
Dwi Handayani, wisatawan dari Jakarta mengatakan, menghabiskan liburan dengan mengunjungi Masjid Sheikh Zayed dan Mangkunegaran. (ul/mg7/mg8/bun)
Editor : Tri Wahyu Cahyono