RADARSOLO.COM – Jutaan masyarakat diprediksi akan memadati sepanjang Jalan Slamet Riyadi, hingga di kawasan di depan Balai Kota Solo pada malam Pergantian tahun, akhir pekan ini.
Potensi kejahatan seperti copet bisa saja terjadi. Ini berkaca dari beberapa kejadian di Kota Solo saat adanya acara yang menyita perhatian ribuan masyarakat untuk hadir.
Dalam situasi yang berdesak-desakan, membuat para copet leluasa mengambil barang milik korbannya.
Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi menuturkan, dalam PAM Malam pergantian tahun yang masuk dalam rangkaian Ops Lilin Candi 2023, ratusan personel akan disebar di sejumlah titik.
Tak hanya itu, para petugas juga akan dilengkapi dengan body worn kamera, yakni kamera pengintai yang dipasang ditubuh anggota yang patroli. Fungsi utama kamera ini adalah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi anggota.
"Namun fungsinya juga sebagai pengawasan sekitar. Bila ada tindak kejahatan, misalnya copet, rekaman dari kamera ini bisa menjadi alat bukti dalam proses hukum," urai Iwan.
Tak hanya sekadar merekam, kamera yang terpasang pada tubuh anggota ini juga bersifat online dan langsung terkoneksi dengan motor di TMC. Di mana petugas di TMC bisa langsung melihat bagaimana kondisinya secara real time di lapangan.
"Hasil video dari kamera tersebut juga akan terekam langsung di black office kami yang ada di TMC. Yang mana apabila ditemukan pelanggaran hasil rekaman tersebut bisa diputar ulang kembali," ujarnya.
Kapolresta menambahkan selain itu kamera tersebut juga digunakan untuk memantau arus lalu lintas dan disaat menangani adanya aksi unjuk rasa.
"Selain body worn camera, kami juga ada dashcam yang mana kamera tersebut terpasang di mobil patroli yang kegunaannya. Ini sama, yang membedakan hanya body worn camera terpasang di badan petugas, sedangkan dashcam terpasang di mobil patroli," pungkasnya. (atn/nik)
Editor : Damianus Bram