RADARSOLO.COM – Pekerjaan fisik pembangunan Underpass Joglo makin intens di Januari ini. Seiring kepastian jadwal selesai proyek yang ditetapkan adalah akhir November nanti.
Semua pihak berharap infrastruktur jalan yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupr) itu rampung seluruhnya.
Dalam waktu tertentu, proyek tersebut akan berbarengan penggarapannya dengan penyelesaian rel layang Joglo yang kini masih menunggu tahap perampungan.
Renovasi rel ini diharapkan bisa digunakan untuk lalu lintas kereta api secara normal.
Sekadar informasi, sedikitnya ada empat tahapan kerja pembangunan Underpass Joglo. Pertama pekerjaan drainase dan utilitas, Desember 2023 hingga 10 Januari 2024.
Tahap kedua pekerjaan frontage, 11 Januari hingga 15 Februari, lalu tahap ketiga pekerjaan underpass mulai 16 Februari hingga 30 April.
Sementara tahap keempat berupa pekerjaan mekanikal elektrikal dan penataan lanskap akan dikerjakan mulai 1 Mei-27 November.
“Nanti akan ada dua pekerjaan fisik digarap bersamaan (underpas dan rel layang Joglo). Makanya nanti akan ada koordinasi-koordinasi dengan pihak perhubungan. Untuk sementara ini kita kerja di luar ROW (right of way) PT KAI, jadi kami bekerja di sisi frontage (jalan penghubung, Red),” terang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-D.I. Jogjakarta Emy Eko Setyawati, kemarin (7/1).
Pembangunan Underpass Joglo didanai APBN 2023-2024 dengan anggaran senilai Rp 284 miliar.
Kontrak kerja dimulai dari 27 November 2023 hingga 27 November 2024 mendatang.
“Akhir November underpass harus selesai. Belum ada penyesuaian timeline, kecuali ada pekerjaan tambahan,” imbuh Emy.
Pelaksana Proyek Underpass Joglo Agus Widodo menambahkan, pekerjaan struktur underpass akan dimulai dari tahap kedua, ketiga, dan keempat.
Pekerjaan strukturnya dilakukan dengan pembangunan dinding diafragma dan sebagainya.
Ke tahap ketiga mulai mengerjakan sisi underpass yang tertutup yang ada di bawah rel kereta api. Kemudian tahap keempat adalah penataan tujuh simpang di kawasan itu.
“Porsi yang paling berat di tahap tiga dan empat. Ini yang mungkin bersamaan dengan sisa pekerjaan rel layang. Dengan jadwal ini harapannya Mei nanti rel (eksisting) bisa naik. Kalau belum, ya terpaksa nanti dikerjakan bersamaan. Kalau sudah naik akan lebih mudah untuk kami, tapi kalau belum naik kami harus menyiapkan penahan untuk pembangunan terowongannya. Bisanya naik dulu baru kami kerjakan,” terang pria yang juga menjabat sebagai project manager Hutama WIKA-KSO.
Terpisah, Site Manager PT WIKA BKU-KSO Dendy Purboyo selaku pelaksana proyek Rel Layang Joglo (single elevated railway/Jalur Ganda Kereta Api Solo-Semarang Fase 1 Stasiun Solo Balapan-Kaliyoso) memastikan, pekerjaan elevated railway sampai saat ini sudah selesai karena seluruh konstruksinya sudah naik dan rampung di akhir tahun lalu.
Yang belum selesai adalah pemindahan rel eksisting saat ini akan dilakukan di awal 2024. Perkiraannya akhir Januari bisa mulai digarap, sehingga tidak saling mempengaruhi jadwal pelaksanaan proyek masing-masing.
Agustus 2024 targetnya rel eksisting bisa naik ke struktur jembatan layang yang ada saat ini.
“Kalau underpass kan pekerjaannya dari barat-timur, kalau kami kan dari utara-selatan. Jadi tidak akan saling mengganggu. Nanti akan kami berikan jarak aman agar tidak longsor atau adanya penurunan di jalur kereta apinya. Mungkin sekira 20 meter dari jarak rel keretanya agar aman dari pekerjaan lainnya (underpass yang dikerjakan Kementerian PUPR, Red),” papar Dendy. (ves/nik)
Editor : Damianus Bram