RADARSOLO.COM - Mendiang Dokter Lo Siaw Ging dikenal sebagai dokter legendaris yang tak pernah memungut biaya dari pasiennya.
Hal inilah yang membuat dokter umum yang berdomisili di Kampung Jagalan, Jebres itu jadi panutan bagi warga Kota Solo.
Kenalan dekat keluarga Dokter Lo, Sumartono Hadinoto memiliki penghormatan yang begitu besar pada sosok dokter legendaris itu.
Sebagai rekan sekaligus tetangga dirinya mengaku empat generasinya merupakan pasien setia dari praktik Dokter Umum yang ia jalankan selama ini.
"Sejak saya masih SD saya sudah jadi pasien dokter Lo sampai generasi anak cucu saya ini. Beliau konsisten melayani semua pasiennya dengan baik. Bukan hanya menggratiskan biaya berobat, bahkan juga membelikan obat untuk pasiennya," terang dia.
Sejak itu Sumartono mengidolai konsep pelayanan yang selalu dijunjung tinggi oleh Dokter Lo.
Saat dewasa, ia ingat pesan-pesan dan prinsip yang selalu disampaikan sang dokter pada semua orang yang beliau temui.
Kata dia, jangan menjadi dokter jika ingin kaya raya. Namun kalau jadi dokter harus melayani tanpa memikirkan materi.
"Kalau mau kaya jangan jadi dokter, kalau jadi dokter harus menyehatkan orang banyak tanpa memikirkan materi. Itu kata beliau," kenang dia.
Sekadar informasi, Lo Siaw Ging meonggal di usia 90 tahun pada Selasa (9/1) siang. Dokter kelahiran Magelang, 16 Agustus 1934 itu sempat menjabat sebagai Dokter di RS Dr. Oen Kandang Sapi hingga jadi Direktur Utama di RS Kasih Ibu (1981-2004).
Meski sudah mencapai puncak karir dalam dunia pengobatan, sang dokter dermawan masih selalu membuka praktik umum di rumahnya Jagalan, Jebres setiap pagi dan sore hari.
"Dulu saya periksa gratis waktu saya kecelakaan. Saya jadi pasien langganan lebih dari 4 tahun. Gratis tidak pernah bayar. Beliau tegas demi pasiennya," ucap pasien setia sang dokter dermawan, Tri Avianto, 42. (ves)
Editor : Damianus Bram