Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Nikah Masal di Masjid Raya Sheikh Zayed: Sah, Duda dan Janda Ini Resmi Menjadi Pasutri

Antonius Christian • Jumat, 12 Januari 2024 | 02:41 WIB
SEMOGA SAMAWA: Nikah masal yang digelar di Masjid Raya Sheikh Zayed, Kamis (11/1)
SEMOGA SAMAWA: Nikah masal yang digelar di Masjid Raya Sheikh Zayed, Kamis (11/1)

RADARSOLO.COM - Raut berseri-seri terpancar jelas dari wajah Krimiati, 47, dan Suwito, 58, setelah resmi menjadi pasangan suami istri (Pasutri) melalui program nikah masal, Kamis (11/1) .

Pasangan ini merupakan satu dari sembilan pasangan lain yang mengikuti nikah masal di Masjid Raya Sheikh Zayed.

Setelah ijab Kabul, lalu dilangsungkan resepsi pernikahan di halaman Kantor Kemenag Solo.

Pasutri yang mengenakan baju pengantin dengan dominasi warna merah ini tampak malu-malu ketika menyalami tamu yang hadir.

Ditemui usai resepsi, Krismiati mengaku mengenal suaminya melalui media sosial. Awalnya Suwito yang mengubungi dia.

"Kenal pertama November 2022, setelah itu sepakat untuk menikah," ungkapnya di sela resepsi kemarin.

Krismiati merupakan warga Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, dan berstatus janda. Sedangkan sang suami berstatus duda.

Sebenarnya mereka akan menikah Juni nanti. Tapi karena ada program nikah masal, akhirnya keduanya mendaftar.

Perempuan yang telah memiliki tiga anak ini mengaku sudah mendapat restu dari anak-anaknya. Begitupula dengan Suwito.

"Suami saya juga anaknya tiga. Mereka semua sudah setuju dan mengizinkan kami nikah," urainya. 

Sementara itu, Suwito mengaku sempat grogi ketika ijab kabul. Bahkan sampai diulang dua kali di hadapan penghulu.

"Grogi karena masjidnya bagus. Terus sedikit gugup juga karena dilihat banyak orang," tutur warga Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres ini.

Tak hanya Krismiati dan Suwito saja, delapan pasutri yang lain juga merasakan hal yang sama.

Mereka terlihat bahagia dengan pasangan mereka masing-masing ketika bersanding di pelaminan kemarin.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah Musta'in Ahmad  menuturkan, sebenarnya pihaknya membuka 20 pendaftar, namun hingga pendaftaran ditutup, hanya 10 pasangan yang mendaftar. Kemudian satu pasangan mengundurkan diri.

"Semoga di awal tahun ini bisa membawa keberkahan dan  kebahagiaan bagi pasutri baru ini. Saya mengapresiasi apa yang menjadi program Kemenag Solo. Hal-hal seperti ini bisa menjadi prioritas. Ketika ada keluarga yang mengalami kesulitan terkait pernikahan, bisa difasilitasi, sehingga baik suami istri, maupun anaknya nanti tercatat oleh negara," urainya  (atn/bun)

Editor : Damianus Bram
#nikah masal #Kementerian Agama #pasutri #kemenag solo #Masjid Raya Sheikh Zayed