Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Dokter Lo Siaw Ging Dikenal Siaga 24 Jam Jaga Kesehatan Warga

Silvester Kurniawan • Jumat, 12 Januari 2024 | 03:17 WIB
Pemberangkatan jenazah Dr. Lo Siauw Ging dari rumah duka Thiong Ting menuju Krematorium Delingan, Kamis (11/1).
Pemberangkatan jenazah Dr. Lo Siauw Ging dari rumah duka Thiong Ting menuju Krematorium Delingan, Kamis (11/1).

RADARSOLO.COM – Dokter Lo Siaw Ging menerima penghormatan dari ribuan orang dalam dua hari terakhir, saat disemayamkan di rumah duka Thiong Ting, Jebres pasca dinyatakan meninggal dunia Selasa (9/1) lalu.

Isak tangis ribuan pelayat mengiringi pemberangkatan sang dokter dermawan sebelum dikremasi di Krematorium Delingan, Kamis siang (11/1).

Beberapa pelayat kembali disegarkan akan pelayanan-pelayanan yang diberikan sang dokter selama beberapa puluh tahun ini.

Sebuah ruang kerja mungil di pinggir rumah gedong di Jalan Drs. Yap Tjwan Bing No. 27 jadi saksi bisu tangan dingin sang dokter dermawan seiring kepergiannya.

“Dokter Lo itu kalau praktik di situ (menunjuk rumah besar yang utara Litang Gerbang Kebajikan). Banyak warga sini yang menjadi pasien langganan yang selalu berobat ke beliau. Pokoknya kalau warga sekitar sini sakit ya pasti carinya ke Dokter Lo,” terang Adjie Chandra tokoh tionghoa Kota Solo yang bertetangga dengan Dokter Lo.

Jika diamati, kediaman sang dokter tak tampak seperti dokter yang membuka praktik pengobatan pada umumnya.

Di rumah itu tak ada satu pun plang yang menunjukkan bahwa itu kediaman sang dokter. Begitu juga dengan plang bertulis keterangan jam praktik dan sebagainya.

Meski demikian, rumah Dokter Lo tidak pernah sepi dari antrean pasien, sekalipun tak ada tanda pengenal yang menandakan bahwa itu tempat praktik sang dokter.

“Memang di sana tidak ada plang bertuliskan dokter dan sejenisnya ya, tapi kalau pintu pagarnya sudah buka, dan banyak orang berdiri di depan itu pasti ada pasien yang sedang berobat. Jadi orang tahu itu justru malah dari mulut ke mulut,” hemat dia.

Diingatan Adjie Chandra, Dokter Lo merupakan seorang yang selalu mengutamakan pasiennya.

“Dokter Lo itu buka praktiknya pagi dan sore hari. Tapi kalau ada warga yang butuh berobat, beliau pasti mau melayani,” terang Adjie.

Suatu pengalaman yang membuat Adjie selalu kagum dengan sosok sang dokter Lo terjadi pada 1981.

Kala itu tepat pukul 11.00 dia mendapati sang ayah sudah tidak bergerak dari atas tempat tidurnya.

“Waktu itu jam 11 malam, saya diantar tetangga dodoki rumah beliau. Beliau langsung bersedia untuk datang, sambil berjalan terpincang-pincang sambil bawa stetoskop,” kenangnya.

Hutang budi warga sekitar pada kebaikan sang dokter bukan hanya diwujudkan pada momen-momen krusial seperti kala itu saja.

Saat pertengahan tahun  lalu Dokter Lo jatuh di halaman rumahnya, warga langsung membantu untuk balik memberi pertolongan pada beliau.

“Beliau jatuh dari kursi roda ke kolamnya. Waktu itu saya pas piket pagi, saya dipanggil-panggil warga untuk nolong Dokter Lo. Banyak warga yang menerima banyak bantuan dari pak dokter, jadi sebisa mungkin saat diperlukan warga juga akan dengan senang hati membantu agar pak dokter selalu dalam kondisi baik,” terang Timotius Kristanto, anggota Satlinmas Kelurahan Purwodiningratan.

Meninggalnya sang dokter dermawan meninggalkan rasa kehilangan besar bagi warga Kelurahan Purwodiningratan dan sekitarnya.

“Kami jelas merasa kehilangan, dokter yang selalu menjaga kami sudah berpulang. Tapi di sisi lain kami bangga bisa menjadi tetangga dokter legendaris itu. Selamat jalan pak dokter, beliau akan selalu jadi kisah heroik bagi warga di sini,” pungkasnya. (ves/nik)

Editor : Damianus Bram
#lo siaw ging #dr Lo #thiong ting #krematorium delingan