Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

55 Persen Pemilih Pemilu 2024 dari Kalangan Muda, Pakar: Sudah Banyak yang Berani Speak-Up

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 12 Januari 2024 | 20:29 WIB
Pelipatan surat suara di Ndalem Joyokusuman, Kamis (11/1/2024).  Pada Pemilu kali, para pemilih didominasi kalangan muda.
Pelipatan surat suara di Ndalem Joyokusuman, Kamis (11/1/2024). Pada Pemilu kali, para pemilih didominasi kalangan muda.

RADARSOLO.COM- Sebesar 55 persen daftar pemilih tetap (DPT) nasional Pemilu 2024 adalah pemilih muda.

Kalangan akademisi optimistis, pemilih muda ini akan memberikan hak suaranya di pesta demokrasi.

Hal tersebut menepis kabar tentang pemilih muda cenderung memilih golput (golongan putih).

Dosen politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Didik Gunawan Suharto optimistis tingkat partisipasi pemilih muda tetap tinggi.

Justru dia memprediksi pemilih muda yang golput jumlahnya tidak terlalu signifikan.

Mengingat pemilihan presiden (pilpres) pada 14 Februari mendatang, memberikan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemilih muda untuk menggunakan hak suaranya.

“Pilpres merupakan salah satu daya tarik pemilih muda untuk datang ke TPS (tempat pemungutan suara). Karena kan kandidatnya bukan incumbent atau petahana,” kata Didik, Kamis (11/1/2024).

Didik menambahkan, kampanye para kandidat termasuk debat yang digelar KPU diklaim berhasil menarik perhatian publik.

Tak terkecuali para pemilih muda. Didik menyebut mereka mengikuti jalannya debat hingga membahasnya di media sosial (medsos).

Alhasil medsos menjadi corong kampanye para kandidat maupun partai politik (parpol) untuk menggaet suara pemilih muda.

Mengingat pemilih muda atau biasa disebut generasi Z atau milenial, adalah pengguna aktif media sosial.

“Tinggal bagaimana peserta pemilu memanfaatkan media sosial untuk kampanye,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait preferensi politik bagi pemilih muda, Didik mengaku tidak semuanya apatis terhadap isu-isu politik.

“Karakteristik pemilih kan bermacam-macam. Ada yang menyukai gimmick politik, ada juga yang kritis. Mengedepankan hal-hal yang sifatnya substansial,” bebernya. (zia/fer)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#muda #pemilih #media sosial #pemilu