Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bangunan Pasar Mebel di Mojo Retak, Komisi II DPRD Kota Solo: Ini Urusannya Ratusan Nyawa Lho Bos!

Silvester Kurniawan • Sabtu, 13 Januari 2024 | 04:21 WIB
Bangunan Pasar Mebel Srikayu Kota Solo mengalami kerusakan. Padahal pusat perdagangan ini baru saja selesai didirikan.
Bangunan Pasar Mebel Srikayu Kota Solo mengalami kerusakan. Padahal pusat perdagangan ini baru saja selesai didirikan.

RADARSOLO.COM- Kerusakan bangunan di pasar mebel di Jalan Mojo, Kelurahan/Kecamatan Jebres, Kota Solo menjadi perhatian serius komisi II DPRD Kota Solo.

Mengingat bakal ramai aktivitas masyarakat di pasar mebel yang baru saja rampung dibangun.

Ketua Komisi II DPRD Kota Solo Honda Hendarto menegaskan, tidak butuh pakar teknik bangunan untuk bisa menilai kerawanan dampak kerusakan pasar mebel di Mojo.

“Di sana itu kan lahan bekas kuburan yang jumlahnya ribuan. Waktu pembebasan lahan dulu kan kerangka-kerangka dari makam-makam itu dipindahkan dengan menyisakan galian-galian,” terangnya, Jumat (12/1/2024).

“Apakah bekas galian makam itu sudah diuruk dengan baik? Apakah sudah betul-betul padat? Apakah sudah rata? Kok bisa sampai seperti ini bagaimana? Harusnya (pelaksana proyek) yang lebih tahu,” imbuh Honda.

Jika kerusakan tersebut dianggap enteng karena masih ada masa pemeliharaan hingga enam bulan ke depan, menurut Honda itu salah besar.

“Setelah masa pemeliharaan habis bagaimana? Kan tidak sesederhana itu melihatnya. Misalnya bangunan yang harusnya bisa bertahan 10 tahun, terus bagaimana tanggung jawabnya,” beber dia.

Honda meminta, kerusakan pasar mebel di Mojo harus jadi perhatian Pemkot Solo. Sebab ada ratusan orang yang akan berakvitas di tempat itu. Ada pedagang, pengunjung, dan pegawai pemerintah.

“Ini menyangkut urusan ratusan nyawa lho bos. Keselamatan harus jadi prioritas,” tegas Honda.

Apakah sudah dijadwalkan untuk meninjau lokasi? Honda lebih memilih terlebih dahulu memanggil pelaksana proyek.

“Wah nanti kalau meninjau lokasi tahu-tahu mak bruk (bangunan pasar mebel di Mojo ambruk) piye? Yang jelas kami akan panggil pihak terkait menjelaskan kronologinya seperti apa,” jelasnya.

“Semua harus dilihat dari awal perencanaan, bagaimana pelaksanaannya, bagaimana pengawasannya,” tandas Honda. (ves/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#mojo #Pasar Mebel #rusak #retak #bangunan #dprd #pemkot solo