RADARSOLO.COM - Komisi II DPRD Kota Solo segera terjun ke lapangan guna mengonfirmasi banyaknya kerusakan pada bangunan pasar mebel di Jalan Mojo, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres.
Bahkan jika perlu, pihak legislator akan mendatangkan ahli guna mengukur kekuatan bangunan pasar mebel baru senilai Rp 22 miliar, yang belum sempat ditempati pedagang itu.
Hal itu diungkapkan anggota Komisi II DPRD Kota Solo Abdul Ghofar.
“Kalau masih dalam masa pemeliharaan konsultannya harus melihat dan mengawasi. Kalau perlu ya didatangkan tim teknis untuk minta rekomendasi dari ahlinya," kata dia, Sabtu (13/1).
Baca Juga: Bangunan Pasar Mebel di Mojo Retak, Komisi II DPRD Kota Solo: Ini Urusannya Ratusan Nyawa Lho Bos!
Dia pun mencontohkan bangunan SMAN 8 Solo yang sempat mendatangkan tim dari UNS untuk menilai bangunan tersebut layak secara kontruksi.
"Jangan sampai kalau dipakai ternyata bangunannya kurang baik. Coba nanti kami usulkan ke pimpinan komisi,” ujar dia.
Di luar itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyayangkan adanya sejumlah kerusakan bangunan di pasar mebel yang baru selesai dibangun itu.
Dia pun merasa heran dan mempertanyakan terkait mutu dan kualitas bangunan pasar tersebut.
Itu mengingat alasan kerusakan yang disampaikan pelaksana proyek karena dipicu tanah gerak saat hujan lebat terjadi beberapa waktu lalu.
“Kerusakan yang terjadi itu karena mutu bangunan atau karena alasan tadi (tanah gerak)? Masa gur kudanan langsung retak-retak, ini kan jadi tanda tanya," papar Ghofar.
"Ini baru awal ya, ojo-ojo setahun lagi, musim hujan yang akan datang atau Januari ini hujan deras lagi, apa jadi pemicu kalau ada kerusakan lagi," imbuh dia.
Maka dari itu, kata Ghofar, dalam hal pembangunan pihaknya kerap menyarankan agar dibangun dalam waktu yang cukup.
Harapannya, dengan waktu yang cukup pembangunan bisa sesuai dengan kebutuhan teknis yang diperlukan.
Pihaknya juga berharap kerusakan bangunan itu menjadi perhatian Pemkot Solo untuk segera ditindaklanjuti.
Bahkan jika diperlukan, kajian secara menyeluruh perlu dilakukan untuk mengukur kelayakan bangunan tersebut.
Hal itu dinilai penting guna mengantisipasi kejadian tidak diinginkan di waktu mendatang.
“Sebetulnya kan bisa diperkirakan lebih dulu tanah di situ itu tanah yang seperti apa," ucap Ghofar.
Jika alasannya karena hujan dan tanah gerak, menurut dia, hal itu perlu benar-benar dikaji dan dilihat soal kekuatan bangunannya.
Apakah retak itu hanya bangunan saja atau strukturnya juga.
"Kalau sampai kena strukturnya kan bahaya. Ini (kerusakannya, Red) kan juga baru saja, ya pedagange opo ora deg-degan,” tandas dia.
Diketahui, pasca hujan lebat beberapa waktu lalu menimbulkan sejumlah kerusakan pasar mebel di Jalan Mojo.
Seperti dinding retak di kantor pengelola pasar setempat, lantai amblas dan bangunan miring di toilet sisi timur, dan sejumlah kerusakan kecil lainnya. (ves/ria)
Editor : Syahaamah Fikria