RADARSOLO.COM - Panitia Imlek Bersama Kota Solo 2024 menyiapkan 5.000 lampion untuk memeriahkan perayaan Tahun Baru China atau Imlek mulai 15 Januari hingga akhir Februari mendatang.
Selain lampion warna-warni, pantia juga akan menyiapkan pesta kembang api pada 9 Februari malam bersama dengan puncak pelaksanaan Grebek Sudiro yang digelar oleh Kelurahan Sudiroprajan.
Ketua Panitia Imlek Bersama, Sumartono Hadinoto mengungkapkan sedikitnya ada 5.000 lampion gantung yang dipasang di sepanjang Gladag – Pasar Gede.
Ribuan lampion gantung itu akan dimeriahkan sejumlah lampion ukuran jumbo lainnya yang dipasang di berbagai titik seperti lampion 12 shio, lampion keluarga barongsai, lampion dewa uang, dan sebagainya.
“Mulai dipasang 15 Januari kemarin, hari-hari ini kami harap sudah mulai dinyalakan karena pekan depan rangkaian Grebeg Sudironya sudah dimulai. Hiasan lampion ini akan dipasang sampai Imlek berakhir biasanya sampai Cap Go Meh (akhir Februari, Red),” terang dia usai rapat bersama antara Pemerintah Kota Solo, Panitia Imlek Bersama, dan Panitia Grebeg Sudiro di Balai Kota Solo, Jumat (19/1).
Untuk memeriahkan suasana, panitia menyiapkan sejumlah lampion khusus dengan bentuk naga yang akan dipasang di berbagai titik guna memeriahkan perayaan Imlek tersebut.
Penempatan lampion dan dekorasi naga itu sejalan dengan suasana Imlek dimana tahun ini merupakan tahun naga yang menyimbolkan kekuatan, kemuliaan, kehormatan, keberuntungan, dan kesuksesan.
“Ada hiasan naga putar di Simpang Bank Indonesia, ada naga dengan bola api di Plaza Balai Kota, dan yang paling spesial maskot berbentuk naga langsung kami import dari China. Nanti ada juga penyalaan kembang api pada 9 Februari malam,” terang Sumartono.
Memeriahkan perayaan Imlek tersebut, Panitia Imlek Bersama juga berkolaborasi dengan Panitia Grebeg Sudiara dari Kelurahan Sudiroprajan dalam menyiapkan rangkaian kegiatan yang menarik mulai karnaval, bazar kuliner, panggung hiburan, dan sebagainya.
Selain itu juga dimeriahkan berbagai kegiatan lain seperti bakti sosial donor darah, kirab barongsai, hingga Cap Go Meh.
“Perayaan Imlek di Solo sudah masuk event nasional dan tidak semua kota memilikinya. Kita harap perayaan Imlek yang berkolaborasi dengan grebeg bisa menjadi kolaborasi yang luar biasa bukan hanya dalam hal budaya saja namun juga jadi percontohan agar keberagaman dan kebhinekaan ini terus terjaga dengan baik,” imbuh Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa. (ves)
Editor : Damianus Bram