RADARSOLO.COM- Merevitalisasi kawasan cagar budaya tidak bisa sembarangan. Harus melibatkan pakar agar tak malah merusak keaslian objek bersejarah.
Termasuk penataan kawasan Keraton Solo. Selain harus ekstrahati-hati, ada prosesi lain yang pantang untung ditinggalkan.
GKR Wandansari, adik kandung Raja Keraton Solo Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi menjelaskan, seluruh sentana dan abdi dalem keraton solo mendukung kelancaran revitalisasi.
Merujuk perencanaan awal, penataan kawasan Keraton Solo dibagi menjadi beberapa tahap.
Di Alun-Alun Utara Keraton Solo, dimulai dari koridor Gladak, area utama alun-alun, beserta pedestrian dan drainasenya.
Berlanjut menatan Alun-Alun Selatan Keraton Solo dan kawasan sekelilingnya.
Rencananya, Alun-Alun Utara Keraton Solo akan dikembalikan ke fungsinya. Menjadi lokasi terbuka dengan alas pasir.
Sedangkan di Alun-Alun Selatan Keraton Solo, penataan kawasan juga menyasar para pedagang kaki lima yang mangkal di tempat itu.
Guna mendukung kelancaran revitalisasi Keraton Solo, digelar prosesi wilujengan, Sabtu (20/1/2024).
“Wilujengan ini merupakan tradisi adat. Berupa nyuwun lilah untuk ‘memberitahu’ leluhur bahwa akan ada pembenahan alun-alun utara dan selatan,” terang GKR Wandansari.
KP Eddy Wirabhumi, suami GKR Wandasari menambahkan, penataan kawasan Gladak, Alun-Alun Utara dan Selatan Keraton Solo dikerjakan bersamaan.
Pihak Keraton Solo aktif berkomunikasi dengan pelaksana proyek agar penataan tidak mengurangi fungsi keraton sebagai living heritage. (ves/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono