Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Serapan PBB Kurang Maksimal, Pemkot Solo Bakal Optimalkan Jemput Bola Sejak Awal Tahun

Silvester Kurniawan • Kamis, 25 Januari 2024 | 22:25 WIB
Wajib pajak yang melunasi PBB-P2 mulai 16 Agustus mendapatkan suvenir tumbler dari Bapenda Kota Solo.
Wajib pajak yang melunasi PBB-P2 mulai 16 Agustus mendapatkan suvenir tumbler dari Bapenda Kota Solo.

RADARSOLO.COM Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun lalu kurang optimal, karena hanya menyentuh 87 persen dari target yang ditentukan.

Untuk memaksimalkan serapan pajak tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan memaksimalkan upaya jemput bola yang dilakukan sejak awal tahun ini.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Solo Tulus Widajat mengakui, realisasi PBB tahun lalu belum sesuai yang diharapkan.

Dari Rp 103,5 miliar target yang ditentukan baru bisa terealisasi Rp 91,1 miliar atau setara 87 persen dari keseluruhan target.

“Tingkat partisipasi kami 76,5 persen (diukur dari pembayaran regular). Rinciannya pembayaran Reguler itu Rp 76,7 miliar, sementara realisasi tunggakan PBB Rp 14,3 miliar,” terangnya, kemarin (24/1).

Merujuk data tersebut, bapenda akan meningkatkan upaya penagihan agar lebih efektif dari tahun sebelumnya.

Sembari melakukan itu, pihaknya juga akan menggenjot intensifikasi dari sisi pembayaran regular.

Oleh sebab itu sejumlah upaya akan dilakukan guna menggenjot realisasi dari sektor PBB tersebut.

“Kegiatan Safari Jemput Bola PBB di 2023 kami lakukan sebanyak 72 kali (11.311 transaksi) di kecamatan dan kelurahan di Solo. Nilai transaksinya Rp 2,10 miliar. Selain itu kami lanjutkan layanan pajak di CFD mulai dari awal tahun ini, karena upaya yang dimulai pertengahan 2023 itu juga cukup efektif dengan nilai transaksi Rp 107 juta. Kalau dua layanan ini bisa kami mulai lebih awal, partisipasi masyarakat bisa meningkat,” papar Tulus.

Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mendukung upaya intensifikasi yang dilakukan bapenda dalam meningkatkan realisasi pajak.

Ini penting dilakukan karena pajak merupakan salah satu faktor di PAD yang sangat berpengaruh pada pembiayaan program kerja pemerintah pada tahun selanjutnya.

“Pajak ini kan akan kembali ke masyarakat melalui berbagai program. Kami ingin 2024 bisa mencapai 100 persen,” hemat wawali. (ves/nik)

Editor : Damianus Bram
#pajak bumi dan bangunan #Bapenda Kota Solo #pad #pendapatan asli daerah #pbb