RADARSOLO.COM – Proyek revitalisasi kawasan Keraton Kasunanan Surakarta mendapat tanggapan dari kerabat keraton, Lembaga Dewan Adat (LDA).
Mereka menyoroti nasib fasilitas kandang kebo bule di Alun-Alun Kidul Keraton Kasusnan Surakarta pasca revitalisasi.
Ketua LDA GKR Wadasari menjelaskan, pihaknya baru saja mengadakan pertemuan dengan pelaksana proyek dan Pemkot Solo.
Kesepakatan baru mencakup revitalisasi kawasan Gladak hingga Alun-Alun Utara. Sementara revitalisasi Alun-Alun Kidul alias Alkid masih dalam pembahasan.
Diakui Gusti Moeng, sejak awal LDA tidak dilibatkan dalam perencanaan revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta.
"Ya kita mempertanyakan. Dalam arti itu patokannya zaman Paku Buwono X, ya sudah kita kasihkan alasan-alasan kita. Bahwa alun-alun itu zaman Paku Buwono X sudah berupa rumput, baik utara maupun selatan (kidul)," sambungnya.
Gusti Moeng juga menambahkan, revitalisasi kawasan Alun-Alun Kidul tertunda karena belum ada kesepakatan terkait kandang kebo bule.
Mengingat saat ini kebo bule sudah dibagi menjadi enam kelompok.
"Kalau dijadikan satu, kami kan nggak ternak kerbau. Dulu kebo itu dibiarkan dan menjadi peliharaan masyarakat Solo. Klangenan (kesayangan) raja dan semua ikut merawat,” urai Gusti Moeng.
Lebih lanjut, dia mengatakan, ada satu kelompok kebo bule yang dirawat di Pengging, Banyudono, Boyolali.
“Saya kasih makan rutin, dan yang mengurusi saya beri gaji di Pengging. Itu sekarang ada sembilan ekor dan pejantannya tiga ekor. Ya sudah repot saya,” bebernya.
Sementara itu, waktu pengerjaan revitalisasi Alun-Alun Utara kabarnya akan berjalan hingga Juli mendatang.
Dalah hal ini, LDA juga memiliki catatan soal drainase.
“Drainasenya harus (diperhatikan), karena kalau pas hujan terjadi genangan air yang luar biasa. Terutama di sisi timur dan utara,” pintanya. (atn/nik/ria)
Editor : Syahaamah Fikria