RADARSOLO.COM-Upacara adat kenaikan takhta atau Jumenengan Dalem ke-20 SISKS Paku Buwono (PB) XIII di Keraton Solo, Selasa (6/2/2024) berlangsung khidmat.
Meskipun sempat molor dari jadwal acara, semua tamu undangan bertahan dan mengikuti rangkaian prosesi dengan khidmat.
Pantauan radarsolo.com, sejak pagi, kompleks Keraton Solo dipadati ribuan abdi dalem dan sentana dalem.
Para abdi dalem dan sentana dalem masuk ke dalam Keraton Solo melalui Kori Kamandungan yang dibuka mulai pukul 08.00.
Para abdi dalem dan sentana dalem mengenakan busana jawi jangkep dan kebaya.
Sementara itu, ratusan prajurit bersiaga di pelataran dalem ageng Keraton Solo.
Prajurit yang mayoritas sudah lanjut usia itu berdiri tegak menunggu prosesi Jumenengan dimulai.
Seharusnya, PB X dijadwalkan memasuki Dalem Ageng Keraton Solo pukul 09.00. Tapi, baru datang lebih dari jam 10.00.
PB X tiba di Dalem Ageng menggunakan kursi roda. Didampingi permaisuri dan putra mahkota KGPAA Sudibyo Raja Putra Narendra Ing Mataram alias Gusti Purboyo.
Untuk tarian sakral Bedaya Ketawang yang dijadwalkan tampil pukul 10.00, baru dimulai sekira pukul 11.00.
Baca Juga: Jumenengan PB XIII Dihelat Tanpa Kirab, Efek Masuk Tahun Politik
"Dalam upacara adat tidak mengacu pada rundown, karena raja memiliki sangat (waktu/perhitungan, Red) tersendiri,” terang Pengageng Sasana Wilapa KP Dani Nur Adiningrat.
“Jadi pelaksanaannya menyesuaikan raja. Walau begitu, semua berjalan khidmat sampai akhir acara,” jelasnya. (ves/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono