RADARSOLO.COM - Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku tak kaget dengan hasil penghitungan sementara pilpres, yang menunjukkan keunggulan untuk paslon 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dengan melihat berbagai pertimbangan, Rudy menyebut, keunggulan suara Prabowo-Gibran itu tak terlalu mengejutkan.
Salah satunya karena paslon nomor urut 02 itu memiliki koalisi yang cukup gemuk.
Sementara paslon 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD hanya didukung kader militan dari PDIP, PPP, Hanura, dan Perindo.
"Kami tetap menunggu hasil dari KPU. Namun, kami tetap menyadari bahwa kami koalosi minim. Dan, Hanura-Perindo tidak punya kursi di DPRD," kata Rudy saat ditemui di kantor DPC PDIP Solo, Brengosan, Rabu (14/2).
"Semua mengakui yang bekerja hanya PDI Perjuangan saja dari awal sampai akhir (di Solo, Red)," imbuh dia.
Mulai dari awal kampanye hingga hari pencoblosan, Rudy mengaku hanya bisa menggerakkan kader militan dari PDIP karena koalisinya di Solo tidak siap.
Belum lagi, pihaknya pun mencium adanya indikasi kecurangan-kecurangan lain.
Mulai dari bantuan sosial (bansos) yang dibagikan secara masif jelang pemilu dan sejenisnya.
"Sebenarnya kami menyoroti seperti itu, apalagi cawapresnya saja wali kota. Tapi apa daya, kita enggak punya kekuasaan. Beliau mau ke sana kemari sah-sah saja karena masih sebagai kepala daerah," ujar mantan Wali Kota Solo itu.
Rudy pun mengaku akan legowo apapun hasilnya.
Baca Juga: Ketua DPC PDIP Kota Solo: Menerima Hasil Quick Count, Tapi Tetap Tunggu Hasil Real Count dari KPU
Meski demikian, dia menegaskan Kota Solo yang dikenal sebagai kandang benteng belum tentu jebol kendati kalah dalam perolehan suara pilpres.
Karena masih ada penghitungan suara pemilihan legislatif (pileg).
Oleh sebab itu, seandainya kalah dalam pilpres namun menang dalam pileg, maka PDIP siap jadi oposisi.
"Tahun 2004-2009 kita pernah oposisi 10 tahun saat Pak SBY jadi presiden. Pesan saya kalau PDI Perjuangan di parlemen dapat suara paling banyak harus, berani jadi oposisi," tegas Rudy. (ves/ria)
Editor : Syahaamah Fikria