RADARSOLO.COM - Festival Jenang Solo dalam rangka HUT ke-279 Kota Solo digelar di koridor Ngarsopuro dan Pamedan Pura Mangkunegaran, Sabtu (17/2).
Ratusan warga antusias menyerbu gelaran Festival Jenang Solo tersebut.
Dalam event itu, sebanyak 17 jenis jenang yang menjadi simbol kelahiran Kota Solo dikirab.
Pantauan Radarsolo.com, warga telah memadati area sejak pagi.
Mereka turut berebut 15.000 takir jenang yang dibagikan secara gratis di sepanjang koridor Ngarsopuro.
"Jenang adalah karya budaya yang menandai kehidupan, ragam jenang bermakna sekali," tutur Pemerhati budaya dari UNS Tundjung W Sutirto.
"Itulah mengapa oleh Yayasan Jenang Indonesia dilestarikan dalam bentuk festival. Untuk menandai sejarah perpindahan Keraton Kartosuro ke Keraton Surakarta," terang dia.
Berbagai jenis jenang tersaji di Festival Jenang Solo.
Mulai dari jenang mutiara, jenang ketan, jenang sumsum, jenang grendul, jenang pati, dan lain sebagainya.
Wujud 17 jenang yang lekat dengan sejarah Kota Solo juga dipamerkan.
Agar para pengunjung mengenal ragam makanan tradisional tersebut.
Sementara itu, Pegiat Yayasan Jenang Indonesia yang juga tim penyelenggara, Heru Mataya menyebut, event memeriahkan HUT Kota Solo ini tak hanya pembagian jenang gratis.
Ada pula Pasar Jenang yang digelar di Pamedan Pura Mangkunegaran.
Sebanyak 35 penjual jenang ikut serta meramaikan Festival Jenang Solo.
"Kami undang penjual-penjual jenang. Jadi masyarakat yang mau beli bisa mampir dan mencoba. Karena salah satu tujuan kami juga untuk melestarikan jenang sebagai salah satu kuliner khas Kota Solo," ungkap Heru.
Salah seorang pengunjung, Endang Sri Rahayu mengaku antusias mengikuti setiap gelaran Festival Jenang Solo.
Sudah dua kali dia mendatangi event tahunan tersebut. Sekaligus ikut merayakan HUT Kota Solo.
"Senang bisa dapat tiga jenang. Tadi juga berebut sama warga lainnya," kata dia.
Senada, pengunjung dari luar kota, Ika Setianingrum juga mengapresiasi gelaran Festival Jenang Solo.
"Meriah dan seru, karena pakai baju adat dan banyak jenis jenang. Ini tadi baru pertama kali saya mencoba jenang, sepertinya terbuat dari buah naga," kata perempuan asal Wonosobo itu. (ul/ria)
Editor : Syahaamah Fikria