RADARSOLO.COM - Puncak peringatan HUT ke-279 Kota Solo digelar di Pendapa Balai Kota Solo, Sabtu (17/2) malam.
Opera kolosal bertajuk Adeging Kutha Sala, Solo Handayani disajikan gegap gempita untuk masyarakat.
Pantauan Radarsolo.com, warga telah memadati area pendapa sejak pukul 19.00 WIB.
Alunan gending gamelan Jawa ditabuh, sebagai pembuka jalannya pertunjukan.
Delapan laki-laki berpakaian adat Jawa dengan lugas menyajikan tarian di awal pertunjukan.
Satu di antaranya berperan gagah sebagai raja Sri Susuhan Paku Buwono II.
Opera kolosal Adeging Kutha Sala, Solo Handayani menceritakan sejarah Kota Solo yang bermula dari Desa Sala. Dengan naskah garapan ST Wiyono.
Menggambarkan tentang jebolnya Keraton Kartasura, yang membuat Sri Susuhan Paku Buwono II harus mencari tempat berdirinya keraton baru.
Akhirnya dia pun memerintahkan para punggawanya untuk berkelana. Hingga sampailah di Desa Sala.
Itulah tempat di mana Ki Gede Sala bersemedi dan mendapat wangsit dari Kanjeng Ratu Kidul.
Di masa depan, Desa Sala akan menjadi pusat pemerintahan keraton.
Namun demikian, dalam proses pembangunan keraton baru itu banyak terjadi hambatan dan godaan.
Untuk itu, Ki Ageng Sala memberi syarat agar pendirian keraton lancar.
Akhirnya pada 17 Februari 1745, keraton baru berhasil terbangun.
Kemudian, Sinuhun Paku Buwono II menetapkan Desa Sala sebagai pusat pemerintahan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Itulah mengapa HUT Kota Sola diperingati setiap 17 Februari 2024.
Sekda Kota Solo Budi Murtono mengatakan, Opera Adeging Kutha Sala menjadi puncak rangkaian peringatan HUT Kota Solo.
Ada tiga agenda utama dalam perayaan HUT ke-279 Kota Solo.
Yakni upacara peringatan, Festival Jenang Solo, serta pertunjukan opera kolosal.
Budi berharap, dengam berbagai event perayaan tersebut masyarakat bisa sengkuyung dan harmonis dalam membangun kemajuan Kota Solo.
"Harapannya di HUT ke-279 ini, warga terus bersatu membangun Kota Solo. Karena itu tidak hanya kewajiban pemerintah," ungkap Budi.
"Mari bergerak bersama untuk kemajuan kota ini," tandas dia. (ul/ria)
Editor : Syahaamah Fikria