Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jika Memang Ada Temuan Kecurangan, Bawaslu Kota Solo Minta Masyarakat Melaporkan

Antonius Christian • Kamis, 22 Februari 2024 | 00:40 WIB
Ilustrasi petugas KPPS di salah satu TPS di Kota Solo saat melakukan penghitungan suara Pemilu 2024, Rabu (14/2).
Ilustrasi petugas KPPS di salah satu TPS di Kota Solo saat melakukan penghitungan suara Pemilu 2024, Rabu (14/2).

RADARSOLO.COM - Beberapa waktu terakhir, sejumlah elit politik mengklaim adanya kecurangan dalam jalannya Pemilu 2024.

Bila hal tersebut benar terjadi, mereka diminta melaporkan bentuk kecurangan tersebut ke Badan Pengawan Pemilu (Bawaslu).

Hal ini diungkapkan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kota Solo Poppy Kusuma Selasa (21/2/2024).

Dimana hingga saat ini belum ada temuan maupun laporan dari masyarakat terkait praktik kecurangan pemilu.

"Kalau ada temuan tentu akan kita tindak lanjuti sesuai dengan peraturan bawaslu No, 7 tahun 2022," ungkapnya.

Poppy mengetahui, banyak pihak yang menuding adanya kecurangan dalam jalannya Pemilu, baik dalam bentuk money politik mapun bansos.

"Untuk pemberian sembako memang dilarang, karena masuk dalam kategori money politik," ujar Poppy.

"Namun memang kemarin ada kampanye dalam bentuk lain, yakni pasar atau bazar murah. Selama ada traksaksi jual belinya tidak masalah. Yang kecuali pemberian sembako secara cuma-cuma, itu yang dilarang," lanjut Poppy.

Poppy menuturkan, kemungkinan saat ini pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan hasil sementara ini masih fokus dengan perhitungan suara yang sedang berjalan ditingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

"Setelah rekap tetap bisa dilaporkan. Selama syarat formil dan materialnya lengkap akan kita tindak lanjuti," kata Poppy

Untuk proses rekapitulasi di tingkat kecamatan sendiri, lanjut Poppy, hingga saat ini masih berjalan lancar.

Belum ada kejanggalan maupun kesalahan yang berakibat fatal hingga terpaksa dilakukan Perhituan Suara Ulang (PSU).

Meski begitu, sempat terjadi trouble pada sistem SiRekap milik KPU saat rekapituasi suara sedang berjalan.

"Beberapa kali trouble, sehingga kemarin solusinya membuka kembali lembar pleno. Jadi dilakukan secara manual," ungkapnya.

"Jadi beberapa kali server down, mungkin karena dipakai bebarengan se-Indonesia ya. Namun bukan masalah yang signifikan  ya, dalam artian bisa dicarikan solusi cepat yang kemudian solusi itu disepakati baik dari KPU, maupun saksi Parpol yang hadir selama proses rekapituasi," pungkasnya. (atn/dam)

Editor : Damianus Bram
#money politik #Pemilu 2024 #bansos #kecurangan #bawaslu kota solo