Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kejar Target Kota Layak Anak Tingkat Dunia, Pemkot Solo Timbang Usulan Gelar Musrenbang Anak

Silvester Kurniawan • Jumat, 23 Februari 2024 | 05:37 WIB
Anak-anak bermain di Taman Cerdas Panularan, yang baru saja diresmikan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Jumat (29/12).
Anak-anak bermain di Taman Cerdas Panularan, yang baru saja diresmikan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Jumat (29/12).

RADARSOLO.COM – Pembangunan infrastruktur yang begitu masif dilakukan di Kota Solo membuat sejumlah pihak meminta agar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Solo melibatkan forum anak.

Hal itu penting dilakukan guna mencapai infrastruktur yang baik untuk semua pihak.

Termasuk memenuhi kebutuhan anak.

Dalam forum konsultasi publik yang digelar belum lama ini, Bappeda Kota Solo menerima sejumlah masukkan dari berbagai stakeholder.

"Solo telah enam kali berturut-urut memperoleh predikat utama dan tahun ini sedang menuju ke KLA (Kota Layak Anak) dunia. Karena itu, kami usul agar pembangunan yang dilakukan di Solo hendaknya bisa memenuhi standar untuk ramah anak,” terang Kabid Perlindungan Anak DP3AP2KB Kota Solo Novita.

Salah satu yang bisa jadi rujukan soal infrastruktur ramah anak adalah Taman Cerdas Jebres.

Lokasi itu sudah diakui standarnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR).

Hal-hal seperti itu penting diupayakan agar pemanfaatan ruang di Solo bisa mengusung standarisasi untuk anak.

Mirip seperti yang dilakukan pemerintah dengan menggandeng Tim Advokasi Difabel (TAD) Kota Solo dalam perencanaan pembangunan infrastruktur yang ada di Solo.

“Usulan lain, bisakah Solo menjadi pionir musrenbang anak? Selama ini kami berikan pelatihan musrembang pada forum anak," kata Novita.

"Alangkah baiknya jika ke depan benar-benar ada musrenbang anak agar pertimbangan ini bisa masuk juga jadi bahan masukan di musrenbang yang sebenarnya,” lanjut dia.

Baca Juga: 2.400 Anak di Nusukan Ikuti Imunisasi Polio

Merespons usulan itu, Sekretaris Bappeda Kota Solo Sumilir Wijayanti memastikan, akan terus mengupayakan semangat Solo Kota Inklusif.

Ini juga untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pada anak, lansia, disabilitas, dan sebagainya.

Sumilir mengungkapkan, soal mengakomodasi kebutuhan anak, mungkin bisa dimasukkan ke juklis musrenbang.

Sementara soal akses infrastruktur yang diharapkan lebih ramah anak, tentu masih menjadi pekerjaan rumah bersama, agar budaya inklusif itu menjadi kesadaran bersama.

“Usulan-usulan itu akan kami tampung untuk jadi pertimbangan dalam hal perencanaan. Aspirasi dari kawan-kawan ini akan kami teruskan melalui forum komunikasi dan diskusi tematik, agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran,” paparnya. (ves/nik/ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#KLA #musrenbang #kota layak anak #kota solo