Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Nasib Proyek Infrastruktur Pasca Wali Kota Solo Lengser: Gibran Jamin Terus Jalan, Janji Tetap Kawal

Silvester Kurniawan • Senin, 26 Februari 2024 | 13:30 WIB
Suasana lalu lintas di simpang Joglo, Banjarsari, Solo. Di kawasan ini tengah dilangsungkan proyek rel layang.
Suasana lalu lintas di simpang Joglo, Banjarsari, Solo. Di kawasan ini tengah dilangsungkan proyek rel layang.

RADARSOLO.COM - Proyek-proyek fisik sangat gencar dilakukan di era kepemimpinan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Baik di danai dari APBN, APBD maupun hibah dari pihak ketiga.

Sebagian proyek sudah selesai, namun masih ada beberapa proyek yang dalam proses pengerjaan dan bahkan ada yang belum dimulai.

Lantas, seperti apa nasib proyek-proyek ini setelah putra pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini lengser?

Setelah dilantik menjadi wali kota, Gibran mencetuskan 17 proyek prioritas di era kepemimpinan dia bersama Wakil Wali Kota Teguh Prakosa.

Hingga awal 2024 ini, masih ada sejumlah proyek sedang dikerjakan seperti proyek rel layang Simpang Joglo, revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta, revitalisasi Pasar Jongke, pembangunan Museum of Culture and Technology.

Sementara dua proyek lainnya seperti penyelesaian GOR Indoor Manahan dan Cultural Center (Islamic Center Masjid Zayed) belum kunjung dimulai.

Menanggapi hal ini Gibran tetap optimistis proyek-proyek ini akan selesai tepat waktu seperti yang sudah direncanakan. Meski nanti dia sudah tidak menjabat sebagai wali kota lagi.

“Semuanya berjalan sesuai jadwal. Mayoritas yang masih berjalan selesai tahun ini, tenang saja. Ada saya atau tidak proyek priorits ini tetap akan dilanjutkan,” tegas Gibran.

Untuk memastikan proyek-proyek ini berjalan sesuai target, Gibran sempat melihat langsung empat proyek yang belum selesai dikerjakan.

Untuk proyek rel layang Joglo sebelumnya sempat mengalami keterlambatan pembangunan. Kini sedang menunggu proses penyelesaian bersamaan penataan Viaduk Gilingan.

Insya Allah bisa selesai tepat waktu. Kami kontrak hingga November 2024,” kata salah seorang perwakilan proyek Dendy Purbowo kepada wali kota.

Gibran juga mengecek sejumlah pekerjaan final di Taman Balekambang.

Dia meminta pelaksana proyek bisa memastikan agar sebelum Lebaran objek wisata yang baru saja dipercantik itu bisa dibuka untuk umum.

Sementara di lokasi alun-alun keraton, Gibran juga meminta agar penataan tersebut berjalan lancar dan tanpa gangguan sehingga bisa selesai tepat waktu di akhir tahun ini.

“Untuk Taman Balekambang tinggal finishing kecil-kecilan saja seperti merapikan landskap dan detailing di lapangan. Kami upayakan bisa dibuka untuk umum sebelum libu Lebaran tahun ini. Kalau alun-alun utara, pekerjaan baru masuk tahap awal. Dalam waktu dekat akan segera kami putuskan untuk menentukan apakah akan tetap menggunakan pasir atau rumput,” terang Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah Kementerian PUPR Kuswara.

Pasar Jongke juga menjadi perhatian Gibran. Dia meminta pelaksana proyek untuk mempertahankan capaian saat ini mengingat realisasi kala itu sudah lebih cepat 1,22 persen dibandingkat target yang ditentukan. Proyek ini ditarget selesai Juli 2024.

“Rencananya pertengahan tahun selesai pembangunan. Setelah semuanya selesai semua pedagang langsung kami bawa masuk ke pasar baru,” terang Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi.

Sedangkan untuk Museum Culture and Technology yang didanai oleh Mayapada Group juga ditarget bisa selesai tahun ini.

Museum itu digadang-gadang akan jadi destinasi edukasi dan wisata baru yang mengusung tema antariksa dan sejarah purbakala.

Gibran mengharapkan pembangunan fase I ini bisa selesai pada Juli dan segera dibuka untuk publik.

Dia percaya museum tersebut mampu jadi destinasi wisata baru kebanggaan warga Solo.

“Semua harus dikebut. Insya Allah bisa selesai 2024 (dua fase pembangunan, Red). Ada dua topik. Satu ruang angkasa kami sudah bicara dengan Tiongkok, satu topik lagi kami mau sejarah purbakala,” terang pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir kala itu.

Soal tantangan ke depan terkait biaya perawatan terhadap proyek-proyek itu, Gibran mengakui biaya perawatan tentu akan bertambah besar seiring pembangunan atau perbaikan sejumlah aset milik pemerintah kota.

Biaya perawatan yang besar itu tentu menjadi konsekuensi.

“Biaya perawatan, operasional memang agak tinggi karena di situ ada upgrading. Tempat-tempatnya sudah dipercantik, alat-alatnya makin canggih, ya itu hal biasa menurut saya. Karena itu di beberapa tempat dikerjasamakan dengan pihak swasta,” beber Gibran.

Lantas bagaimana untuk lokasi-lokasi yang sudah di-upgrade namun tetap dikelola oleh pemkot?

Gibran menegaskan, ada atau pun tidak adanya dia semua akan berjalan dengan lancar.

Putra sulung Presiden Jokowi ini mengaku telah memikirkan sejumlah mekanisme pengelolaan yang nanti bisa membantu pemkot dalam mengelola aset-aset yang telah direvitalisasi itu.

Termasuk kemungkinan adanya bantuan APBN untuk pemkot.

“Saya rasa ada atau tidak ada saya semua akan bersalan sesuai perencanaan. Soal kebutuhan pembiayaan ke depan (bantuan APBN, Red) nanti akan dibicarakan lagi. Yang jelas sekarang diselesaikan dulu pekerjaan yang ada. Semua dikawal, semua diprioritaskan,” tegas Gibran.

Wakil Ketua DPRD Kota Solo Sugeng Riyanto memperkirakan untuk perawatan tidak akan ada masalah.

Sebab, bila melihat pembangunan ini tidak semata-mata rugi dan tidak rugi. Tetapi bagaimana pembangunan ini mempercepat laju pergerakan ekonomi masyarakat.

"Intinya tidak ada masalah. Meskipun mahal, kita harus punya komitmen untuk megkaver itu. Sebab APBD ini dari pajak masyarakat, diolah oleh pemkot, dikembalikan lagi ke masyarakat untuk mengelola layanan," ujar dia.

Anggota Komisi IV DPRD Solo Antonius Yogo Prabowo menilai perlu duduk bersama antara DPRD dan pemkot untuk membicarakan soal perawatan pasca mega proyek itu selesai.  

"Misal Balekambang, dari uang tiket ini bisa digunakan untuk perawatan. Satu sisi tidak memberatkan masyarakat juga,” ujar dia. 

Yogo mengatakan, bila nanti Gibran sudah duduk menjadi wakil presiden tentu akan tetap memperhatikan Kota Solo.

"Saya kira Solo tetap akan mendapat privilege," katanya. (ves/bun)

 

MEGA PROYEK DI KOTA BENGAWAN

Proyek Berjalan

  1. Proyek Rel Layang Simpang Joglo
  1. Pembangunan Underpass Joglo
  1. Revitalisasi Pasar Jongke
  1. Museum of Culture and Technology
  1. Revitalisasi Keraton Kasunanan

Belum Dieksekusi

  1. GOR Indoor Manahan
  1. Cultural Center sebagai pelengkap Masjid Sheikh Zayed

Proyek Selesai Dikerjakan

  1. Masjid Raya Sheikh Zayed
  2. Revitalisasi Koridor Ngarsopuro-Gatot Subroto
  3. Revitalisasi TSTJ berganti nama Solo Safari
  4. Revitalisasi Lokananta
  5. Revitalisasi Tecknopark
  6. Pembangunan Selter Manahan
  7. Revitalisasi Pura Mangkunegaran
  8. Penataan Kawasan Kumuh Semanggi
  9. Revitalisasi Pasar Mebel Gilingan (IKM Mebel)
  10. Revitalisasi Taman Balekambang
  11. Pembangunan PLTSa Putri Cempo
Editor : Damianus Bram
#proyek prioritas #Rel Layang Simpang Joglo #wali kota solo #Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta #gibran rakabuming raka #Revitalisasi Pasar Jongke