Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Masjid Sheikh Zayed Solo Hadirkan Imam-Imam Tarawih Pilihan dari Timur Tengah

Mannisa Elfira • Selasa, 12 Maret 2024 | 03:42 WIB
Jamaah mengikuti salat Tarawih di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Senin malam (11/3/2024).
Jamaah mengikuti salat Tarawih di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Senin malam (11/3/2024).

RADARSOLO.COM – Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menggelar salat tarawih perdana, Senin (11/3) malam. Ribuan masyarakat berbondong-bondong datang untuk beribadah ke masjid termegah di Kota Solo ini.

Berdasarkan pantauan Radarsolo.com, tak sedikit masyarakat yang menunggu sejak waktu Magrib. Salah satu cara mereka mengisi waktu luang tersebut adalah dengan membaca ayat-ayat suci Alquran.

Menjelang Isya, satu persatu jamaah baik anak kecil hingga orang dewasa mulai menambah keramaian kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo untuk menjalani tarawih pertama.

Masyarakat pun datang dengan tertib meski penjagaan area masjid juga cukup ketat. Setelah kaki para pengunjung masuk ke gerbang depan masjid, terdapat pengecekan barang hingga badan. Setelah itu mereka diarahkan masuk ke dalam masjid.

"Ini kali pertama saya salat di Masjid Zayed, memang dari sebelum Ramadan sudah berniat tarawih pertama di masjid ini. Ternyata suasana di sini sangat nyaman dan ramai tetapi tidak sampai berdesak-desakan," ujar salah satu pengunjung Lisa Risma, 22, Senin (11/3/2024).

Sementara itu, Direktur Operasional Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Munajat mengatakan, selama bulan Ramadan, masjid akan mendatangkan imam-imam resmi dan pilihan dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). Para imam terpilih akan secara bergantian dan tinggal di Solo sejak 10 Maret hingga 5 April.

"Kami kedatangan imam resmi dari UEA. Mereka yang ke Solo merupakan imam yang terseleksi dari sekitar 400-500 imam masjid," beber Munajat.

Siapapun boleh datang ke masjid ini. Bagi jamaah laki-laki bisa beribadah di lantai bawah. Sementara jamaah perempuan di lantai atas plus seperempat lantai bawah. Mengingat jumlah penjunjung perempuan biasanya membeludak.

 

"Kalau di atas saja tidak cukup. Sudah ada pembatasnya juga nanti (antara laki-laki dan perempuan)," sambung Munajat.

Replika dari Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab ini juga memiliki kapasitas yang besar. Bisa diisi hingga 10 ribu jamaah. Bila jumlah jamaah berlipat-lipat, takmir sudah menyiapkan tenda.

"Kami ada tenda-tenda. Nanti setelah berbuka sudah bersih. Kami ada relawan. Setiap vendor kami sudah ada yang melayani (soal kebersihan). Ini kan musim hujan, ini tendanya (sudah didesain) tertutup, bawahnya juga dikasih flooring," jelas Munajat.

Pada Ramadan ini, Munajat berharap masyarakat dapat berkonsentrasi, khusyuk, dan fokus ibadah di Masjid Raya Sheikh Zayed. Soal kenyamanan, pihaknya akan melayani jamaah agar bisa beribadah secara maksimal.

"Kami juga menyediakan menu takjil dan buka puasa. Juga Alquran sudah disiapkan. Terus kajiannya kami bikin kurikulum agar tidak berulang. Kami juga tambah AC, tambah kipas, intinya untuk kenyamanan," ujarnya. (nis/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#masjid sheikh zayed solo #solo #ramadhan #Tarawih #timur tengah