RADARSOLO.COM – Pelaksana Proyek Penataan Viaduk Gilingan yakin mampu menyelesaikan pembongkaran jembatan lama viaduk dalam tiga pekan. Dengan demikian, akses lalu lintas Viaduk Gilingan bisa lebih maksimal untuk aksesbilitas kendaraan termasuk kendaraan ukuran besar yang selama ini belum bisa melintas di lokasi tersebut.
Site Manajer Penataan Viaduk Gilingan Niko Herlambang memastikan, bisa menyelesaikan pembongkaran jembatan lama sekaligus pendalaman akses jalan di lokasi itu, dalam kurun tiga pekan saja. Hal ini berkaitan dengan pengajuan izin penutupan akses lalu lintas ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, mulai 14 Maret hingga 4 April mendatang.
“Sisa pengerjaannya ada dua fase. Fase pertama pembogkaran jembatan lama, pelebaran, dan pendalaman jalan. Ini yang akan kami kerjakan lebih dulu sebelum Lebaran,” terang Niko, Selasa (12/3).
Saat ini pembongkaran jemabatan lama viaduk, pelebaran, dan pendalaman jalan bisa dilakukan mengingat kereta api yang melintas di Vaiduk Gilingan sudah melintas di jalur baru sehingga pembongkaran memungkinkan dilakukan. Oleh sebab itu pihaknya mengajukan penutupan akses selama tiga pekan guna menunjang pekerjaan di lapangan.
“Minimal sampai H-7 Lebaran kami bisa selesaikan pembongkaran, pelebaran, dan pendalaman jalan ini. Jadi saat Lebaran bisa digunakan untuk lalu lintas dengan status fungsional. Kami pikir kalau bisa dikerjakan sebelum Lebaran akan lebih membantu lalu lintas sekitar saat Labaran nanti,” hemat Niko Herlambang.
Sekadar informasi, hingga saat ini akses lalu lintas di Viaduk Gilingan masih belum ideal lantaran belum sesuai dengan desain awal karena masih ada penyempitan di viaduk, tepatnya pada titik jembatan lama. Dengan jembatan lama yang belum terbongkar itu, ketinggian viaduk juga belum ideal sehingga tak bisa dilalui kendaraan besar seperti bus atau truk dengan ketinggian lebih dari 3,4 meter.
“Kalau pekerjaan ini bisa kami selesaikan, lebarnya jadi 11 meter dan ketinggiannya jadi 4,2 meter. Jadi bus dan truk besar tak perlu lagi memutar karena sudah bisa lewat. Tujuannya agar Lebaran bisa digunakan secara maksimal,” terang dia. (ves/fer
Editor : fery ardi susanto