RADARSOLO.COM – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka buka suara terkait munculnya 12 sosok dalam Survei Solo Rata Polling. Diketahui survei ini milik akademisi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Suwardi.
Sebagai catatan, Survei Solo Rata Polling memunculkan 12 tokoh yang layak berkontestasi di pemilihan wali kota (pilwalkot), November mendatang. Di antaranya Ketum PSI Kaesang Pangarep, KGPAA Mangkunegaran X Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, wakil wali kota Solo Teguh Prakosa, hingga Ketua DPRD Kota Solo Budi Prasetyo.
Nama lainnya yakni Sekda Kota Solo Budi Murtono, Ketua FKUB H.M. Mashuri, serta putra Ketua DPC PDIP Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, Rheo Yuliana Fernandes. Termasuk Ketua Bapilu PDIP Kota Solo Her Suprabu, anggota DPR RI R.A. Yashinta Sekarwangi Mega, Rektor Unsa Astrid Widayani, Ketua DPD Partai Golkar Kota Solo Sekar Tanjung, serta wakil KetuaDPRD Kota Solo dari PKS Sugeng Riyanto.
Saat dikonfirmasi, Gibran mengaku tidak mengetahui terkait hasil survei tersebut. Kendati demikian, dia berharap suksesornya bisa membangun Kota Solo seperti yang sudah dilakukannya selama ini.
“Terpenting bisa membangun Kota Solo. Bisa melanjutkan program yang ada sekarang,” ungkap Gibran saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di balai kota, kemarin siang (13/3).
Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini melempar penilaian ke masyarakat, perihal siapa sosok yang paling tepat memimpin Kota Bengawan. Serta berharap wali kota selanjutnya bisa memperbaiki hal-hal yang kurang, selama dia menjabat selama tiga tahun terakhir.
“Memperbaiki yang kurang di masa saya. Selebihnya menjadikan Solo kota berbudaya,” hemat Gibran.
Sementara itu disinggung soal kemunculan nama adik bungsunya, Kaesang Pangarep dalam survei itu, Gibran enggan menanggapi. Apalagi ketika dikaitkan dengan istilah politik dinasti dan sejenisnya. Dia mengembalikan penilaian kepada masyarakat.
“Secara kemampuan, ya sekali lagi warga yang menilai,” bebernya. (ves/fer)
Editor : fery ardi susanto