RADARSOLO.COM – Memasuki bulan Ramadhan segala persiapan tentu harus sudah dilakukan. Termasuk persiapan jelang berbuka puasa.
Kurma sebagai makanan identik untuk membatalkan puasa, menjadi list yang selalu diburu masyarakat.
Hal ini seperti terlihat di lapak jualan kurma di sudut Jalan Kapten Mulyadi, Rabu (13/3). Lapak milik Ismail Mulabi, 37, ramai diserbu pelanggan.
"Sudah seminggu sebelum puasa ini mulai banyak cari kurma. Macam-macam, ada yang beli untuk konsumsi sendiri, dijual lagi, atau untuk takjil," terang Ismail saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, Rabu (13/3).
Lebih dari 14 ton kurma di lapak Ismail telah ludes dibeli masyarakat. Paling favorit adalah kurma jenis Sukari, Tunisia, Mesir, dan Arab.
"Karena rasanya lebih keset, enak, dan manis," imbuhnya.
Dikarenakan permintaan melonjak, harga kurma yang dijual Ismail pun ikut terkerek naik. Seperti kurma yang awalnya dijual Rp 180 ribu per 10 kg menjadi Rp 200 ribu per 10 kg.
Rata-rata seluruh jenis kurma naik menjadi Rp 10 ribu-Rp 20 ribu per karton.
"Naik Rp 10 ribu-Rp 20 ribuan per karton yang isi 10 kg. Kalau terhitung per kilonya ya naik Rp 5 ribu-Rp 10 ribu," sebut Ismail.
Kenaikan harga kurma, menurut Ismail, dikarenakan pasokan di pasar yang juga semakin menipis.
Kurma yang impor dari negara Timur Tengah memerlukan proses distribusi yang lama. Sehingga tidak sepadan dengan permintaan masyarakat di jelang Ramadhan ini.
Rata-rata perharinya, Ismail bisa menjual sekitar 2 ton kurma. Tahun lalu dia bisa menjual hingga ribuan kardus atau karton berisi 10 kg kurma. Di tahun ini, prediksinya penjualan akan semakin meningkat.
"Prediksinya tahun ini lebih banyak meningkat karena kurma sudah mulai banyak yang kosong atau stok kurang di daerah lain. Tahun lalu saja bisa habis ribuan karton," urainya.
Sementara itu, Rizal, salah seorang pembeli mengaku, rutin memburu kurma tiap jelang Ramadhan. Sebagian untuk dikonsumsi pribadi, sebagian untuk dijual kembali.
Dia rutin memasok satu hingga dua kardus berisi kurma dari lapak Ismail.
"Cari kurma, baik kurma sukari, talas, maupun kurma tangkai. Biasanya memang Ramadhan berburu kurma. Untuk dijual lagi, karena momennya lagi pas juga," ungkapnya. (ul/nik)
Editor : Niko auglandy