Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Nekat Gelar Perang Sarung, Puluhan Remaja di Solo Dikukut Polisi: Awas Bisa Berpotensi Aksi Tawuran Masal!

Antonius Christian • Sabtu, 16 Maret 2024 | 20:50 WIB
Barang bukti berupa sarung yang diikat di ujung diamankan tim Sparta Polresta Solo.
Barang bukti berupa sarung yang diikat di ujung diamankan tim Sparta Polresta Solo.

RADARSOLO.COM - Puluhan remaja di Kota Solo diamankan aparat kepolisian, Sabtu (16/3) dini hari jelang sahur.

Pasalnya, mereka nekat menggelar aksi perang sarung di ruas Jl Ir Djuanda, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres Solo saat jelang sahur.

Kasat Samapta Polresta Solo Kompol Arfian Riski Dwi Wibowo mengatakan, ada 25 remaja tersebut dikukut tim sparta.

Di mana tim berlambang tentara Romawi ini awalnya melakukan patroli lingkar wilayah.

"Saat tim menyusuri ruas Jl Ir Djuanda, menjumpai ada segerombolan pemuda di pinggir jalan," ungkapnya.

"Namun saat melihat ada anggota yang datang, beberapa dari mereka langsung kabur memasuki permukiman warga," imbuh Arfian.

Karena melihat ada gelagat mencurigakan, tim sparta langsung mendatangi segerombolan remaja yang tersisa.

Awalnya mereka berkilah hanya sekadar nongkrong.

Namun setelah didapati barang bukti berupa sarung yang diikat ujungnya, akhirnya para remaja itu mengakui telah melakukan perang sarung.

Setelah diinterogasi, diketahui jika 25 remaja tersebut berasal dari dua kelompok yang berbeda.

"Mereka rata-rata masih anak di bawah umur atau masih pelajar," jelasnya.

Dari keterangan para remaja tersebut, mereka sebelumnya berkomunikasi melalui grup WhatsApp untuk janjian menggelar perang sarung.

Setelah ditentukan lokasinya di Jl Ir Juanda, mereka kemudian bertemu untuk melakukan perang sarung.

Para remaja tersebut kemudian diamankan ke Mapolresta Solo berikut barang buktinya.

Kasat Samapta menuturkan, di Mapolresta Solo para remaja itu didata serta dilakukan pembinaan.

Mereka diberi imbauan dan penekanan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Sebab, hal itu dapat merugikan orang lain dan diri sendiri. 

Sementara itu, Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi mengimbau kepada masyarakat agar tak melakukan aksi perang sarung saat menjelang sahur.

Dia juga meminta masyarakat menjaga kondusivitas Kota Solo dengan melaksanakan sahur di rumah.

Apabila warga melihat atau mengetahui adanya perang sarung, dia meminta segera laporkan segera ke call center tim Sparta Polresta Solo 0811-2957-110 atau WhatsApp Kapolresta Solo 0821-6715-7000.

"Akan kami segera tindak lanjuti," tegas kapolresta.

Lebih lanjut, menurut dia, bisa saja kegiatan perang sarung yang selama ini dianggap sebagai tradisi di bulan Ramadhan, berpotensi ke arah kriminal.

Seperti tawuran masal atau pengeroyokan.

"Dari awalnya hanya candaan, bisa berpotensi ke tawuran dan pengeroyokan. Kalau sudah begitu sudah masuk pidana. Makanya sebelum masuk ke pidana, kita cegah sedini mungkin," pungkas Iwan. (atn/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#sahur #tim sparta #remaja #polresta solo #perang sarung