RADARSOLO.COM – Mudik menggunakan sepeda motor masih menjadi kebudayaan tersendiri bagi masyarakat. Pihak kepolisian akan menindak tegas apabila ada pemudik motor yang tidak mengindahkan keselamatan berkendara.
Hal ini ditegaskan Kasatlantas Polresta Solo Kompol Agung Yudiawan memahami, di momen mudik ini, masyarakat dibebaskan memilih moda kendaraan mereka masing-masing. Baik kendaraan umum, maupun pribadi.
"Salah satunya mudik menggunakan sepeda motor jelas boleh saja, namun ada regulasi yang berlaku. Kebanyakan masyarakat saat mudik itu berbonceng lebih dari satu, adapula yang dimodifikasi, sehingga bisa membawa barang banyak," imbuh Agung.
Agung mengatakan hal tersebut yang menyalahi aturan. Sebab dengan mengubah dimensi sepeda motor, bisa menyebabkan beban sepeda motor tersebut bertambah.
"Dari pabrik kendaraan ini kan sudah didesain dengan berat maksimal tertentu. Sehingga kalau ditambah bebannya, bisa berpotensi motor ini hilang keseimbangan ketika berjalan. Ini yang bisa menyebabkan kecelakaan," katanya.
Untuk itu, disaat arus mudik berlangsung nanti, selain fokus terhadap pengaturan lalu lintas, kepolisian juga akan mengawasi pelanggaran yang kerap dilakukan pemudik motor.
"Pastinya akan dilakukan penindakan secara hukum. Apalagi kalau sampai membahayakan nyawa pengendara maupun orang lain.
"Oleh karena itu, jauh-jauh hari kami imbau, jangan memaksakan diri mudik menggunakan sepeda motor bila kondisinya tidak memungkinkan,” tuturnya.
Saat menggunakan kendaraan umum juga diharapkan membawa barang secukupnya.
“Apabila ingin membawakan oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman, bisa dikirim menggunakan jasa ekspedisi ke alamat tujuan mudik," urai Agung.
Di sisi lain, sepanjang Operasi Keselamatan Candi beberapa waktu lalu, sedikitnya ada 2.000 pemotor yang mendapat surat tilang.
Pelanggaran paling banyak karena tidak menggunakan helm serta melawan arus lalu lintas. Alasannya karena jarak dekat dan tengah terburu-buru, sehingga lupa tidak menggunakan helm.
"Kebiasan-kebiasaan buruk ini yang kami sesalkan, sehingga kedepan kami tindak. Mau dekat ataupun jauh, penggunaan helm sesuai SNI itu penting, karena ini berkaitan dengan keselamatan diri kita sendiri," tuturnya.
Baca Juga: Butuh Mobil dengan 5-Seater untuk Mudik Lebaran? Ini 7 Rekomendasi yang Bisa Menjadi Pilihan Anda
Lebih lanjut, selama operasi yang berlangsung selama dua pekan lalu ini, sedikitnya tercatat ada 14 kasus kecelakaan. Jumlah tersebut menurun 1 kasus dibandingkan dengan kejadian laka lantas tahun lalu.
"Alhamdulillah, tidak ada yang sampai meninggal dunia. Semua hanya menderita luka ringan dan terjadi karena kesalahan pengendara itu sendiri," jelasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy