RADARSOLO.COM – Unik. Satu kata yang mungkin menggambarkan Masjid Saminah Sihyadi di Jalan Tirtonadi, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo ini. Selain arsitekturnya yang unik, masjid ini terbuka untuk semua umat beragama.
Bagian atas masjid tak diberi kubah seperti masjid-masjid lainnya. Bentuknya melingkar, bahkan menyerupai kulit buah salak berwarna coklat. Di dalamnya, bangunan tidak ditutup dengan dinding. Melainkan dengan jendela kayu yang menutup setengah bangunan. Kemudian di atap terdapat lafadz Allah.
”Ini cita-cita dari yang punya yayasan, memang ingin punya masjid yang tidak ada ciri khas masjidnya. Makanya tidak ada tembok, tapi jendela kayu dan ventilasi besi,” ujar Ketua Takmir Masjid Saminah Sihyadi Ahmad Joko Sudibyo saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, Kamis (21/3).
Tak heran saat memasuki masjid ini suasananya sejuk. Apalagi di samping-sampingnya terdapat kolam-kolam ikan. Hal tersebut menambah kesegaran dan kenyamanan masyarakat untuk beribadah di masjid ini.
”Di kanan kiri masjid juga ada taman. Yang punya yayasan itu beliaunya juga suka nongkrong, makanya di depan dikasih kayak tempat duduk buat nongkrong. Jadi istilahnya di teras masih bisa buat nongkrong atau nyantai di situ,” sambung Dibyo, sapaan akrabnya.
Dibyo mengatakan masjid ini dibuka untuk umum. Bahkan tak hanya umat Islam saja, namun masyarakat dengan agama lainnya juga diperkenankan untuk masuk. Setiap ada acara di masjid, lanjutnya, pihak masjid mengundang teman-teman nonmuslim yang berada di kanan kiri atau sekitar masjid.
”Semua kalangan bisa masuk. Dan beliau juga ingin menonjolkan bahwa tempat ibadah umat muslim itu juga terbuka untuk umat yang lainnya,” paparnya.
Kendati demikian, para pengunjung masjid banyak dari orang-orang luar. ”Kebanyakan yang datang memang masyarakat luar. Kami insya Allah buka masjid 24 jam,” ujar Dibyo.
Ini merupakan Ramadhan kedua Masjid Saminah Sihyadi setelah beroperasi hampir setahun. Selama bulan Ramadhan, masjid menyajikan sejumlah kegiatan. Termasuk buka puasa bersama, lalu salat Tarawih, tadarusan, dan lain sebagainya.
”Untuk buka puasa kami kerja sama dengan jamaah biasanya menyediakan 80-120 an. Kemudian Tarawih-nya 23 rakaat, namun kami juga tidak menutup kemungkinan kalau masyarakat mau delapan rakaat dan witirnya tiga, silahkan,” jelasnya. (nis/adi)
Editor : Adi Pras