Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Lansia di Kota Solo Meninggal Karena Virus Kencing Tikus, Awalnya Diduga Kena DBD Ternyata Leptospirosis

Antonius Christian • Sabtu, 23 Maret 2024 | 18:57 WIB
Ilustrasi bahaya leptospirosis.
Ilustrasi bahaya leptospirosis.
 
RADARSOLO.COM - Seorang warga berinisial SH, asal Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo meninggal dunia Kamis (21/3).  Dia meninggal diduga karena terkena virus kencing tikus atau leptospirosis.
 
Informasi terkait meninggalnya SH pertama kali diunggah oleh akun X @afifahafra79. Dia dapat informasi salah satu rekannya sempat melayat disalah satu tetangganya yang meninggal dunia karena PES. 
 
"Hasil penelusuran ke beberapa pihak terkait, termasuk ke keluarga. Nama pasien SH, warga Kadipiro. Beliau dirawatan di sebuah RSU di Solo (bukan Moewardi seperti yang sempat disebutkan masyarakat)," tulis akun tersebut.
 
Baca Juga: Waspada! Leptospirosis Renggut Nyawa Pria Paro Baya Warga Nogosari Boyolali
 
Dalam tulisan tersebut, SH awalnya dikira terserang DB, ternyata bukan. Pihak keluarga menyebut bahwa pasien meninggal karena sakti akibat tikus.
 
 "Belum jelas apakah itu PES atau leptospirosis. Mungkin PES karena asumsi keluarga dan masyarakat saja. Yang jelas, di sekitar termpat beliau ada yang mengalami penyakit dengan gejala yang sama," katanya.
 
Baca Juga: 12 Nyawa Melayang karena Kasus Leptospirosis di Sukoharjo: Kenali Cara Penularannya
 
Koran ini mencoba mengirim pesan kepada pembuat postingan hingga Sabtu (23/3/2024) pagi, namun belum ada respons. Kejadian ini dibenarkan Camat Banjarsari Beni Supartono Putro. Di mana dia membenarkan bahwa ada salah satu warganya yang meninggal karena terkena leptospirosis.
 
"Benar, sudah lansia, sekira 60 tahun," ujarnya. 
 
Baca Juga: Cegah Leptospirosis Cukup Sederhana, tapi Sulit Diterapkan
 
Dijelaskam Beni, SH awalnya didiagnosa diserang demam berdarah (DBD). Namun setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata leptospirosis. 
 
"Untuk alamarhum sudah dimakamkan," terang Beni.
 
Baca Juga: Jangan Terlambat Tangani Kasus Leptospirosis, Kerap Dikira Masuk Angin
 
Disinggung soal adanya informasi warga lain yang mengalami penyakit dengan gejara serupa, Beni mengatakan belum mendapat informasi lebih lanjut. Akan tetapi, setelah mendapat laporan perihal SH, dia langsung  bertindak dengan melakukan sejumlah upaya agar mencegah penyebaran penyakit tersebut.
 
"Kami akan berkoordinasi dengan teman-teman medis di tingkat puskesmas. Kemarin kami sudah membuat edaran berkaitan dengan pencegahan DBD dengan mengerahkan kader didampingi teman-teman puskesmas," terang Beni.
 
Baca Juga: Penyakit Leptospirosis Mengganas, Satu warga Kecamatan Jatisrono Tak Terselamatkan
 
Dia mengaku baru pertama kali ini mendapati ada warganya yang meninggal akibat penyakit tersebut.
 
"Jadi hal ini masih baru kami dapati di Solo. Sudah kami kooridinasikan ke DKK," pungkasnya.
 
Dari informasi yang dihimpun koran ini dari situs Alodokter.com, meski nyaris sama, penyakit PES dan leptospirosis memiliki perbedaan.
 
Baca Juga: Sebulan, Kencing Tikus Renggut 4 Nyawa di Karanganyar
 
Penyakit PES adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yersinia pestis. Seseorang bisa terserang penyakit PES bila digigit kutu yang sebelumnya mengisap darah hewan terinfeksi bakteri yersinia pestis. Penyakit PES tergolong sebagai zoonosis, yaitu penyakit yang dapat ditularkan hewan ke manusia. 
 
Sedangkan untuk leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira. Bakteri ini dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi. Bukan hanya tikus, beberapa hewan yang tergolong sebagai perantara penyebaran leptospirosis adalah, sapi, anjing, dan babi.
 
Baca Juga: Leptospirosis Merajelala di Jatisrono, Tikus Harus Segera Diberangus
 
Gejala pada leptospirosis mirip dengan gejala penyakit flu, tetapi lebih berat serta disertai dengan bengkak di kaki dan tangan, serta kulit menjadi kuning. Jika tidak diobati dengan tepat, leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan organ dalam, bahkan mengancam nyawa. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy
#Demam Berdarah #leptospirosis #DBD #tikus