Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Satu Warga Meninggal Diduga Leptospirosis, Dinkes Kota Solo Belum Tetapkan Wabah KLB: Ini Alasannya

Antonius Christian • Sabtu, 23 Maret 2024 | 23:47 WIB
Ilustrasi bahaya leptospirosis.
Ilustrasi bahaya leptospirosis.

RADARSOLO.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo belum menetapkan wabah kejadian luar biasa (KLB) leptospirosis atau virus kencing tikus. Menyusul adanya satu warga yang meninggal diduga terjangkit penyakit itu.

Satu warga meninggal diduga terjangkit leptospirosis berasal dari Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Dia diketahui meninggal pada Kamis (21/3) di salah satu rumah sakit di Solo.

Plt Kepala Dinkes Kota Solo Setyowati mengatakan, laporan kasus meninggal diduga leptospirosis yang masuk baru per orangan.

Sehingga hal itu belum memenuhi kriteria penetapan wabah atau KLB leptospirosis atau kencing tikus.

"Kalau wabah itu lebih dari satu orang, bisa orang terdekat atau keluarga juga mengalami sakit serupa," ujar dia kepada Radarsolo.com. Sabtu (23/3).

Leptospirosis memang salah satu penyakit yang disebabkan karena kencing tikus dan hewan pengerat lainnya.

"Ini kan baru suspect ya, masih dicurigai dari gejala-gejala pasien tersebut. Tapi sampai saat ini walau sudah meninggal, hasil lab darahnya belum dilaporkan ke kami. Nanti kalau sudah keluar baru bisa kami tahu pasti," papar Setyowati.

Untuk kejadian di Kadipiro itu, lanjut dia, memang sempat ramai di media sosial (medsos). Bahkan sempat diduga pasien terjangkit penyakit PES.

Oleh karena itu, Dinkes Kota Solo langsung melakukan klarifikasi. Ini agar tak menimbulkan kesimpangsiuran informasi dan kepanikan masyarakat.

"Jadi ini ya masih suspect. Sementara ini baru satu untuk tahun ini," katanya.

Diakui dia, kasus meninggal karena leptospirosis ini bukan jadi kali pertama di Solo.

Sebelumnya pernah ada laporan masuk terkait penyakit tersebut.

"Cuma tahun berapa saya lupa. Tapi pernah juga (leptospirosis) terjadi di Solo. Cuma ya tahun ini baru satu ini," ujar dia.

Lebih lanjut dijelaskan Setyowati, sejatinya leptospirosis bukanlah penyakit wabah.

Penyakit ini biasa muncul ketika terjadi banjir di daerah tersebut.

"Karena terjadi luapan selokan, mungkin selokannya banyak tikus, sehingga kencing tikus ini bercampur air, bakterinya masuk dalam tubuh manusia," papar dia.

Setyowati pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan dan kebersihan rumah. Terutama di musim hujan seperti saat ini.

Sebab, banyaknya binatang pengerat ini bisa memicu penyakit tersebut.

Selain itu, dia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Ya cuci kaki, cuci tagan. Menjaga kebersihan badan. Kalau punya luka juga harus berhati-hati, jangan dibiarkan. Karena salah satu cara bakteri ini masuk ke tubuh melalui luka yang terbuka," katanya. (atn/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#wabah #leptospirosis #kadipiro #kencing tikus #dinkes kota solo #klb