RADARSOLO.COM - Tren ikan hias memang selalu berganti seiring pergantian musim. Ada berbagai faktor yang bisa berujung pada pergantian tren pada salah satu spesies. Situasi ini terjadi juga pada spesies ikan channa.
Ikan channa dikenal juga dengan nama blue pulchra. Ikan ini sempat cukup populer dan banyak peminatnya.
Namun dalam dua hingga tiga tahun terakhir, ternyata pamornya sedikit turun.
Sejumlah spesies channa yang sebelumnya populer kini kalah ngetrend dengan varian ikan hias lainnya, tanpa terkecuali untuk varian blue pulchra.
Dulu Blue Pulchra ini harganya masih lumayan tinggi, kalau sekarang sudah turun banyak. Pada 2018 harganya masih jutaan hasil tangkapan liar (impor dari luar negeri).
"Sekarang paling tinggal ratusan ribu rupiah saja untuk yang dewasa. Anakannya paling puluhan ribu rupiah,” ungkap salah seorang pedagang ikan hias di Kota Solo, Candra, 28, kepada Jawa Pos Radar Solo.
Baca Juga: Ikan Discus Kian Populer di Pasaran: Dulu Hanya Di Kios Ikan Hias, Kini Mulai Masuk Pasar
Candra mengakui alasan turunnya harga suatu ikan hias di pasaran adalah keberadaannya yang cenderung cukup banyak. Ikan channa yang konon berasal dari Myanmar, Thailand, dan sekitarnya.
Ikan ini salah satu varian yang paling mudah dibudi dayakan. Akibatnya keberadaannya melimpah ruah di pasaran. Efek buruknya membuat harga jualnya jadi anjlok.
“Peternaknya sekarang banyak dan banyak juga yang jual dengan harga sangat murah. Jadi ini mempengaruhi harga jualnya secara umum," ucapnya.
"Tahun lalu masih banyak teman saya yang menekuni ternak atau pembesaran blue pulchra, sekarang banyak yang pindah ke ikan jenis lain. Malah banyak yang ganti ternak hewan lain,” jelasnya.
Penurunan harga channa blue pulchra diperparah dengan menurunnya tren ikan predator dalam beberapa tahun terakhir. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah ikan predator yang dulunya jadi primadona memang mengalami penurunan harga.
“Hampir semua ikan predator harganya turun. Sebelumnya ada P bass (peacock bass) yang harganya juga turun, ada juga jenis-jenis ikan lainnya. Ya begitulah namanya juga tren musiman,” papar Candra.
Kendati demikian, masih ada sejumlah kalangan yang gemar atau bertahan dengan pilihan memelihara atau berbisnis ikan channa. Alasannya karena ikan jenis ini merupakan salah satu varian ikan channa yang memang gampang dipelihara. Daya tariknya adalah warnanya yang cukup cerah.
“Pelihara ikan predator itu gampang-gampang susah, yang jelas perawatannya tidak seriwil ikan hias atau yang hobi main aquascape. Paling yang utama pemberian pakannya. Biar warna makin tajam, bagusnya diberi pakan hidup atau dikombinasi dengan pelet khusus yang bisa menguatkan warna birunya,” jelasnya. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy