RADARSOLO.COM - Nama Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa menduduki puncak klasemen sebagai calon pemimpin Kota Solo selanjutnya dengan nilai elektabilitas 35,3 persen.
Sedangkan dari segi popularitas nama adik kandung wali Kota Solo saat ini Gibran Rakabuming Raka, yakni Kaesang Pangarep menduduki posisi pertama. Dia dinilai cocok menggantikan posisi sang kakak sebagai AD1 karena memiliki nilai popularitas 92,9 persen.
Catatan ini berasal dari hasil survey jajak pendapat yang dilakukan Solo Raya Poling yang dirilis Senin (26/3/2024) siang. Di mana lembaga tersebut melakukan survey terhadap 640 responden dari 80 titik di 54 kelurahan di Kota Bengawan.
"Jadi dua hal ini berbeda. untuk pupularitas kita hanya sekadar menyodorkan 12 tokoh Solo yang sekiranya akan menjadi calon pemimpin Solo selanjutnya, kemudian apakah responden mengenal sosok tersebut atau tidak, ternyata paling tinggi Kaesang, disusul Teguh, kemudian Gusti Bhre (Mangkunegara X)" ucap Direktur Solo Raya Polling Suwardi.
Sedangkan untuk elektabilitas, pertanyaannya lebih menjurus. Yakni apabila pilkada dilakukan pada saat dilakukan survey, siapa yang akan dipilih masyarakat.
"Ternyata nama Teguh yang berada diatas, dibawahnya ada Gusti Bhre dan Kaesang," terangnya.
Dari total nilai hasil popularitas dan elektabilitas, tiga nama tersebut memiliki potensi menjadi wali Kota Solo periode selanjutnya nanti. Akan tetapi apabila di break down, dia mengakui, masyarakat Solo lebih berharap Kaesang menjadi calon wakil wali kota.
"Mungkin responden kita berharap, Kaesang belajar dulu sebagai wakil," katanya
Lebih lanjut, dari hasil survey masyarakat menginginkan kombinasi berbeda, yakni calon wali kota berusia dewasa (40-59 tahun), sedangkan untuk wakilnya diisi anak muda (25-39 tahun).
"Nilainya sekira 61 persen atau 395 responden," ujarnya.
"Sedangkan untuk pasangan tua (60 tahun keatas) dan anak muda, seperti contoh kombinasi Prabowo dan Gibran saat ini (peserta pasangan Pilpres), berada di posisi ketiga, sekira 12,5 persen atau 80 responden," katanya
Solo Raya Poling juga melakukan simulasi paslon yang akan bertarung di pilkada mendatang.
Dengan simulasi dua paslon, diperkirakan akan muncul paslon Gusti Bhre berpasangan dengan Sekar Tanjung dengan partai pengusung Gerindra, Golkar PSI dan PAN, melawan Teguh Prakosa berpasangan dengan ketua PCNU HM. Mashuri dengan partai pengusung PDIP dan PKB.
Sedangkan untuk simulasi kedua adalah Bhre-Sekar dengan pengusung yang sama melawan asangan Teguh dan Sugeng Riyanto dengan partai pengusung PDIP dan PKS.
"Kenapa lalu muncul nama Sekar Tanjung, karna Golkar sejak reformasi suaranya melik-melik, namun di era orba penguasa tunggal," terangnya.
"Sehingga bisa disimpulkan belum ada sosok (dari Golkar) yang muncul setelah reformasi. Kemudian muncul nama Sekar Tanjung yang berada di posisi 4, sehingga bisa saja skema ini terjadi," jelasnya.
Lalu muncul skema pertarungan tiga paslon, yakni Gusti Bhre-Sekar Tanjung dengan partai pengusung Gerindra, Golkar, dan PSI, melawan Teguh Prakosa berpasangan HM. Mashuri melawan Sugeng Riyanto dengan partai pengusung PKS dan PAN.
"Untuk calon Sugeng ini memang masih belum terlihat, tapi saya memprediksi dengan Anung," katanya.
Nama Kaesang baru muncul sebagai calon wali kota bila berlangsung mekanisme pilkada dengan satu paslon. Yakni dengan berpasangan dengan Teguh Prakosa sebagai wakil, dengan partai pengusung seluruh parpol yang duduk di kursi DPRD Solo.
"Ini terjadi apabila antara Sumber (tempat tinggal Presiden Joko Widodo, ayah dari Gibran dan Kaesang) sebagai lambang koalisi KIM, dan Pucang Sawit sebagai lambang PDIP mau rekonsiliasi. Tetapi menurut saya potensi ini kecil, karena pertarungan di Solo ini bukan sekadar pertarungan parpol, namun lebih kepada pertarungan gengsi," ungkapnya.
Lalu kenapa dimekanisme dua dan tiga calon nama Kaesang tidak muncul, Suwardi menilai, ini karena dia melihat posisi Kaesang yang saat ini menjadi ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
"Kembali lagi, ada gengsi. Apalagi status beliau sebagai putra Jokowi," pungkasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy