RADARSOLO.COM – Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya kitab suci Alquran sebagai petunjuk bagi manusia. Tak heran jika banyak umat islam yang menyemarakkan bulan Ramadhan dengan membaca Alquran.
Dai Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat Jatmiko menyampaikan, Nabi Muhammad SAW berpesan siapa yang ingin berkomunikasi dengan Allah maka bacalah Alquran.
”Ingin merasakan dialog dengan Allah, maka bacalah Alquran setiap hari baik teks Arab maupun terjemahan. Hal itu berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA,” ujarnya.
”Surga merindukan empat golongan yaitu orang yang membaca Alquran, seorang muslim yang mampu menjaga lisannya untuk tidak menyakiti orang lain, muslim yang memberi makan orang lapar, dan muslim yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan,” paparnya.
Lalu dai MUI itu menjelaskan, surat Al Alaq 1-5: Wahyu Pertama tentang Pentingnya Literasi. Menarik dikaji, mengapa wahyu (tertulis) pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah lima ayat dari surat Al-Alaq.
”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan; (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah; (2) Bacalah, dan Tuhanmu Maha Pemurah; (3) Yang mengajar manusia dengan perantaraan pena; (4) mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Dalam wahyu pertama ini ada dua kata penting yang berhubungan dengan literasi dalam makna dasarnya, yakni dunia tulis menulis. Yaitu iqra (membaca) dan kalam (pena, tulisan). Dengan membaca Alquran juga, manusia bisa meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.
”Maka tidak ada salahnya kita semarakkan bulan Ramadhan dengan membaca Alquran diawali dengan taawudz,” jelasnya.
Jatmiko menambahkan, Alqurán ibarat obat bagi penyakit yang ditanam setan di hati manusia, berupa waswas, syahwat, atau berbagai keinginan yang buruk. Sebelum membaca Alqurán, Allah perintahkan agar pembaca membersihkan hatinya dari penyakit yang disebarkan setan, hingga hatinya menjadi bersih, agar memungkinkan untuk mendapatkan hikmah dari tadabbur Alquran.
Dia menambahkan, Alquran merupakan nutrisi bagi hati yang berisi petunjuk, ilmu, dan kebaikan, sebagaimana air merupakan nutrisi bagi tanaman. Sementara setan adalah api yang akan membakar tanaman itu, setahap demi setahap. Ketika tanaman ini tumbuh subur, setan akan berusaha untuk merusaknya dan membakarnya.
”Oleh karena itu, Allah perintahkan membaca isti'adzah, supaya perusak ini terusir, agar tidak merusak tanaman subur setelah mendapatkan siraman dari Alquran,” imbuh pria yang juga Wakil Kepala Bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan itu. (nis/adi)
Editor : Adi Pras