RADARSOLO.COM – Terminal Tipe A Tirtonadi Solo akan memaksimalkan ruang tunggu timur dan barat, demi kelancaran arus mudik Lebaran ini.
Berkaca tahun lalu, terminal overload karena kedatangan peserta program mudik dadakan tanpa konfirmasi. Termasuk ruang tunggu cadangan.
Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Tipe A Tirtonadi Solo Bandiyono menjelaskan, tahun ini baru beberapa instansi yang konfirmasi terkait program mudik gratis.
Rinciannya, 25 armada bus dari Kementarian Perhubungan (Kemenhub), 25 armada bus dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, 15 armada bus dari Pemprov Jawa Barat, serta 30 armada bus dari Jasa Raharja.
“Pengalaman tahun lalu, diluar program mudik gratis yang sudah konfrimasi, justru yang dadakan malah lebih banyak. Ada 317 armada bus program mudik gratis yang masuk ke terminal tanpa konfirmasi sebelumnya. Itu dari BUMN, perbankan, dan perusahaan swasta,” jelas Bandiyono kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (30/3/2024).
Mengantisipasi mudik gratis dadakan tersebut, Bandiyono mengaku akan memaksimalkan ruang tunggu yang ada di Terminal.
Baik ruang tunggu timur maupun barat. Ruang tunggu timur disediakan bagi pemudik yang hendak melanjutkan perjalanan ke arah timur. Sedangkan ruang tunggu barat ke arah sebaliknya.
“Andaikan tidak muat, kami masih punya space tunggu cadangan di sisi barat bengkel. Di sana areanya juga luas," ujar Bandiyono.
Kemudian untuk bus setelah drop penumpang, langsung keluar. Tidak boleh ngetem. Supaya tidak mengganggu sirkulasi di dalam terminal,” imbuhnya.
Di sisi lain, gelombang arus mudik yang tiba di Terminal Tipe A Tirtonadi Solo diprediksi mulai Rabu (3/4/2024) pekan depan.
Kendati demikian, pada H-10 Lebaran, kemarin, sudah terlihat kepadatan penumpang di terminal. Apalagi saat ini bersamaan dengan liburan panjang Hari Raya Paskah.
“Peningatan per hari ini (kemarin) sekira 2-3 persen dari hari biasa. Kemudian ada sekira 600-an armada bus yang keluar-masuk terminal," jelasnya.
Kalau awal arus mudiknya pekan depan, diperkirakan ada kenaikan jumlah penumpang sekira 10 persen dibanding hari biasa,” lanjut Bandiyono.
Terkait ramcek, Bandiyono menyebut tidak ditemukan armada yang melanggar aturan.
“Pihak PO (perusahaan otobus) sudah sadar untuk segera memperbaiki kesalahannya. Semua sudah aman untuk mengakut pemudik,” bebernya.
Disinggung soal keamanan pemumpang, Bandiyono mengaku sudah berkoodinasi dengan Polresta Solo.
Tim Sparta akan diterjunkan untuk meredam aksi kriminal di terminal. Ditunjang tim K9 (anjing pelacak), untuk mendeteksi penumpang yang membawa barang-barang teralang seperti narkoba, bahan peledak, dan sebagainya.
“Kami sudah meminta penambahan personel kepolisian. Juga bekerja sama dengan satpol PP (satuan polisi pamong praja) untuk penanganan gepeng (gelandangan dan pengemis) yang masuk terminal,” ujarnya.
Sementara itu, posko angkutan Lebaran akan didirikan mulai 3-18 April. Termasuk mengecek fasilitas, baik rambu penunjuk arah, kesiapan ruang tunggu, ruang laktasi, dan sebagainya.
Tak lupa, fasilitas kesehatan juga telah disiapkan. Kali ini menggandeng Puskesmas Pembantu Gilingan. Karena sering ditemui penumpang yang sakit setelah menempuh perjalanan jarak jauh.
“Kami juga menyiapkan fasilitas pojok baca digital dan taman edukasi lalu lintas. Jadi sambil menunggu kedatangan bus, penumpang tidak bosan,” paparnya. (atn/fer)
Editor : Damianus Bram