RADARSOLO.COM – Setelah terkatung-katung selama bertahun-tahun, kini tanda-tanda kelanjutan pembangunan Masjid Taman Sriwedari mulai ada titik terang. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta panitia pembangunan masjid ini kembali dilanjutkan. Menyusul rampungnya sengketa lahan di taman tersebut.
Gibran memastikan bahwa PT Wika sebagai pihak yang bertanggung jawab atas konstruksi masjid telah berkomitmen untuk melanjutkan proses pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo itu. Dia mendorong panitia kembali menyusun langkah untuk merampungkan pembangunan masjid yang telah mangkrak dalam beberapa tahun terakhir itu.
"Ya sudah ini tinggal gerak saja, bisa dilanjutkan lagi. Kami mendorong agar yayasan panitia ini diaktifkan kembali untuk cari CSR (corporate social responsibility). Masalah hukum sengketa sudah selesai," terangnya, Senin (1/4/2024).
Sepengetahuan Gibran, kendala pembangun Masjid Taman Sriwedari Solo adalah soal anggaran. Namun soal seberapa besar kekurangannya biaya itu, putra sulung Presiden Joko Widodo itu mengaku tak tahu. Sebab, urusan pembangunan itu kepanitiannya diketuai mantan wakil wali kota Solo sebelumnya Achmad Purnomo.
"Pokoknya kami komitmen meneruskan ini sampai selesai. Kalau komunikasi dengan panitia pasti kami lakukan," tegasnya.
Gibran mengharapkan pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo bisa rampung secepatnya. Hanya saja soal seberapa cepat proyek ini selesai, maka itu kembali pada kemampuan panitia dalam mengumpulan dana CSR untuk melanjutkan pembangunannya.
"Sekali lagi kami kembalikan ke panitia dan yayasan, seberapa cepat bisa mengumpulkan CSR, itu saja. Tapi saya yakin bisa selesai," ujar Gibran.
Sekadar informasi, pembangunan Masjid Taman Sriwedari dimulai pada awal 2018 lalu di lahan seluas 17.200 meter persegi dengan daya tampung lebih dari 7.680 orang. Pembangunan sempat tersendat pada 2020 lalu saat menyentuh 80 persen pekerjaan. Dari sana beredar kabar bahwa pemkot memiliki tanggungan utang Rp 86,4 miliar dari total keseluruhan anggaran pembangunan senilai Rp 165 miliar.
Di bagian lain, panitia pembangunan Masjid Taman Sriwedari bakal segera membuka komunikasi dengan para donatur dan sejumlah pihak yang berpeluang untuk mencairkan CSR guna merampungkan pembangunan masjid itu.
Wakil Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo Farid Sunarto mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah pemkot dalam memastikan status lahan Sriwedari itu. Mengingat perkara hukum yang berkaitan dengan lahan itu sudah rampung, pihaknya juga akan bersiap-siap untuk kembali memulai pengumpulan dana untuk merampungkan pembangunan.
"Beberapa waktu lalu ketua panitia (Achmad Purnomo) sudah menginformasikan dan meminta panitia untuk segera menyiapkan langkah. Termasuk soal pendanaan," bebernya.
Farid optimistis pengumpulan dana baik dari donatur dan pihak swasta yang sebelumnya sempat ragu bisa klir pasca rampunya sengketa lahan Sriwedari. Di sisi lain, panitia juga akan kembali merapatkan barisan menimbang kekurangan pembayaran atau kebutuhan pembiayaan terbilang besar. Sebab, dari total biaya pembangunan Rp 165 miliar baru bisa dibayar Rp 54 miliar.
"Kami akan segera berkoordinasi dengan Mas Wali dan PT Wika. Soal kekurangan anggaran atau utang lebih Rp 80 miliar itu lebih tinggi. Mungkin itu perhitungan di progress 85 persen yang sudah dikerjakan. Tapi kekurangannya dari Rp 165 miliar iti baru terbayar Rp 54 miliar," bebernya.
Sebelumnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menggelar pertemuan dengan Direktur Utama PT Wika Agung Budi Waskito. Usai pertemuan, Gibran menyampaikan bahwa PT Wika berkomitmen merampungkan pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo itu. (ves/bun)
Editor : Niko auglandy