RADARSOLO.COM - Lima titik strong point bakal dibangun Poresta Solo di operasi Ketupat Candi tahun ini. Keberadaan pos ini untuk mempertebal pengamanan di pospam dan posyan yang juga dibangun aparat kepolisian.
Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan pos strong point ini baru ada di tahun ini. Fungsi utamanya untuk mengurai kepadatan di tengah kota. Nantinya di setiap pos strong akan disiapkan petugas, tugasnya adalah mengantisipasi hal-hal yang terjadi di lapangan. Salah satunya mengurai kepadatan penumpang di terminal, hingga di stasiun.
Mereka juga harus mengantisipasi munculnya tindak kejahatan yang bisa saja terjadi di ruang publik, seperti adanya copet di tempat-tempat wisata, stasiun, terminal, hingga pusat perbelanjaan.
"Jika terjadi tim akan turun ke lokasi. Mereka ini sifatnya nanti mobile, jadi dibawah komando tiap polsek," papar Iwan.
Langkah antisipasi ini akan dilakukan aparat kepolisian selama operasi selama dua pekan menyambut momen lebaran, yakni bertugas sejak Kamis (4/4/2024).
Jawa Tengah ini termasuk tiga besar lokasi tujuan mudik masyarakat yang bekerja di ibukota, atas hasil ini perlu penjagaan ekstra untuk mengamankan situasi di ruang-ruang publik.
Tol memang masih menjadi tumpuan utama untuk mudik lebaran tahun ini. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan pemudik juga akan akan melalui jalur arteri.
“Petugas yang ditempatkan di pospam yang berada di empat titik masuk Solo akan membantu pemudik. Khususnya dalam hal ini mengarahkan apabila ada pemudik yang kebingungan," urai kapolresta.
Iwan mengatakan diperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada Senin sampai Selasa (8-9/4) pekan depan. "Kami himbau yang akhir pekan ini sudah libur untuk bisa berangkat lebih awal, sehingga tidak terjadi penumpukan jelang puncak arus mudik," jelas Iwan.
Disinggung soal pengamanan VVIP dalam hal ini Keluarga Presiden Joko Widodo apabila nanti mudik ke Solo, Iwan mengatakan hal tersebut tentu akan menjadi perhatian pihak kepolisian. "Akan tetapi, sejauh ini, ketika beliau pulang kampung, tidak akan mengganggu aktivitas pelayanan kami ke masyarakat. Lebih pada kegiatan pribadi beliau. Sudah ada SOP sendiri untuk pengamanan VVIP," tutur Iwan.
Sementara itu, Kepala Dishub Solo Taufiq Muhammad mengatakan, pemetaan potensi rawan macet telah dilakukan DISHUB. "Kalau dari pengalaman tahun lalu yang macet itu adalah kawasan wisata, kemudian pusat kuliner serta pusat perbelanjaan," ungkapnya.
Beberapa titik nantinya fungsinya berkurang untuk dilintasi pemudik, terutama simpang Joglo yang masih dalam tahap pembenahan.
Untuk melintas di sisi selatan masih bisa, kalau yang utara memang belum bisa dilintasi.
"Sehingga nanti apabila ada pemudik, akan kami arahkan ke jalur alternatif untuk menghindari titik tersebut. Kemudian skenarionya untuk kendaraan-kendaraan besar yang tidak berkepentingan masuk Solo untuk melintas via tol," imbuh Taufiq.
Dengan sudah difungsikannya Viaduk Gilingan, lanjut Taufiq, tentu juga akan mengurai kemacetan di titik-titik yang selama ini menjadi jalur alternatif di Kota Solo.
"Seperti di Jalan Mongonsidi, kemudian palang Balapan. Karena nanti kendaraan bisa melintas. Dengan catatan ketinggian maksimal 4,2 meter," katanya.
Ditambahkan Taufiq ada dua rest area yang akan dibangun dishub di Kota Bengawan. "Termasuk posko yang akan kita buat di Masjid Zayed. Mengingat animo masyarakat untuk datang kesana pastinya akan sangat tinggi. Akan ada petugas di sana selama 24 jam" tuturnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy