Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Gunungan Grebeg Pasa Keraton Kasunanan Surakarta Ludes dalam Hitungan Detik, Warga Antusias Berebut

Antonius Christian • Kamis, 11 April 2024 | 20:13 WIB
Warga berebut gunungan hasil bumi dan jajanan pasar dalam kegiatan Grebeg Pasa Keraton Kasunanan Surakarta Kamis (11/4/2024) pagi.
Warga berebut gunungan hasil bumi dan jajanan pasar dalam kegiatan Grebeg Pasa Keraton Kasunanan Surakarta Kamis (11/4/2024) pagi.

RADARSOLO.COM - Puluhan orang berebut gunungan hasil bumi dan jajanan pasar dalam kegiatan Grebeg Pasa Keraton Kasunanan Surakarta Kamis (11/4/2024) pagi.

Hanya dalam hitungan detik, sepasang gunungan yang usai didoakan di Masjid Agung Surakarta ini ludes.

Dari pantauan RadarSolo.com, ada dua gunungan yang dikirab. Yakni Gunungan Estri atau perempuan dan Gunungan Jaler atau laki-laki.

Sekitar pukul 10.00 pagi,  sejumlah prajurit keraton keluar sembari menabuh drum dan meniup trompet dari pintu Kori Kamandungan.

Kemudian disusul Gunungan Estri yang berisi jajanan pasar, dan Gunungan Jaler yang tersusun dari sayuran berupa kacang panjang, cabai merah, tebu, telur asin, dan beberapa olahan makanan matang di bagian bawah yang tertutup kain.

Gunungan itu diarak dari Kori Kamandungan menuju ke pelataran Masjid Agung Surakarta untuk didoakan. 

Sekitar 10 menit perjalanan dari Kori Kamandungan, dua gunungan ini tiba di halaman Masjid Agung Surakarta.

Masyarakat yang berlibur di kawasan Keraton pada hari Lebaran kedua ini terlihat sudah memadati area Masjid tersebut.

Selanjutnya gunungan tersebut diletakkan di pelataran Masjid, lalu para Sentana masuk ke dalam masjid untuk berdoa.

Setelah para Sentana meneriakkan Amin, tanda doa selesai, warga yang menyemut di lokasi tersebut langsung berebut gunungan Jaler.

Sedangkan gunungan Estri dibawa lagi ke depan Kori Kamandungan. Ketika sampai di bangunan utama Keraton Solo, gunungan ini kembali diperebutkan warga yang sudah menunggu di kawasan tersebut. 

Retno Safitri mengaku awalnya dia tak sengaja mendatangi acara tersebut. Sebab awalnya dia berniat berbelanja pakaian di Pasar Klewer.

"Terus lihat reme-rame, kok ada suara drum band. Ternyata Keraton ada acara," ujar pemudik dari Ibukota Jakarta ini.

Wanita 45 tahun in sendiri mendapat satu genggam kancang panjang, beberapa cabe merah, dan dua butir telur asin.

"Tadi dibisikin sama Besan saya, kalau ikut rebutan dipercaya dapat berkah. Ya sudah saya ikut rebutan juga. Dapat Kacang panjang, cabe sama telur," tuturnyanya.

Ditemui usai memimpin kirab, Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Pangeran (KP) Dani Nur Adiningrat mengatakan Grebeg Pasa sendiri adalah ungkapan rasa sukur dari Pakoe Boewono (PB) XIII.

"Dimana atas Anugerah Tuhan Yang Maha Esa, seluruh keluarga besar keraton, bisa merayakan bulan puasa dengan penuh berkat," ungkapnya.

"Setelah selesainya bulan puasa, lalu puncaknya adalah ini Grebeg Pasa. Ini juga jadi simbol kemenangan di hari raya ini, di hari yang Fitri ini. Jadi isinya ada makanan, ada yang buah-buahan ada yang umbi-umbian pertanda rasa syukur Sinuwun, berikut  keluarga besar Keraton Surakarta," pungkas Dani. (atn)

Editor : Damianus Bram
#lebaran #Masjid Agung Surakarta #idul fitri #Grebeg Pasa #gunungan #keraton kasunanan surakarta