RADARSOLO.COM -- Kepulangan Quatly Abdulkadir Alkatiri ke haribaan Tuhan menyisakan duka mendalam. Tidak hanya bagi keluarga namun juga pada konstituennya. Seperti apa sosok pria yang terakhir menjabat sebagai wakil ketua DPRD Jateng ini semasa hidupnya di mata mereka?
A CHRISTIAN, Solo
PARA pelayat terus silih berganti berdatangan ke rumah duka almarhum Quatly Abdulkadir Alkatiri di Jalan Wiropaten No. 2 Pasar Kliwon, sejak Senin sore hingga malam (15/4). Mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada politikus senior PKS ini.
Terlihat para kolega hingga tetangga hadir di tempat itu. Di depan rumah bercat putih, tapak keluarga menyalami pelayat yang datang. Suasana duka masih menyelimuti keluarga.
Sanusi, salah seorang tetangga almarhum mengenak sosok Quatly merupakan pribadi yang rendah hati. Meski memiliki jabatan di legislatif dan menjadi tokoh penting di masyarakat, namun dia tidak pernah sombong.
"Setiap ada warga di sini yang sakit, meninggal, atau punya hajat pasti beliau datang. Sesibuk apapun agenda beliau pasti selalu hadir. Termasuk bertemu di manapun selalu menyapa," ujarnya.
Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Tengah Abdul Ghofar Ismail juga memiliki kenangan manis dengan almarhum. Untuk urusan menjalin silatruahmi, Quatly memang tiada tanding.
"Karena menurut beliau, silaturahmi itu penting. Menjaga komunikasi dan persaudaran," ujar pria yang juga anggota DPRD Kota Solo ini ditemui di rumah duka kemarin.
Quatly juga sangat ringan membantu sesama. Termasuk memberi tumpangan kepada siapapun.
"Saya kebetulan kan pengurus DPW Jateng. Ketika mau ke Semarang, sering nunut mobil beliau juga," ujar dia.
Karena sering satu mobil, lanjut Ghofar, dia jadi tahu kebiasaan-kebiasaan dari Qualty yang mungkin jarang diketahui orang. Di mana sepanjang perjalanan, ayah delapan anak ini pasti menghabiskan waktu dengan tilawah Alquran.
"Pasti itu. Makanya tadi saya lihat jenazah beliau tersenyum dan cerah. Ya seperti orang tidur yang sangat nyenyak," ujarnya.
Sebagai wakil rakyat, menurut Ghofar, kinerja Quatly sangat cepat dalam menanggapi aspirasi masyarakat.
"Misal ada gorong-gorong mampet, jadi genangan. Pasti beliau langsung meninjau lokasi, terus dinasnya diajak sekalian. Jadi segera teratasi, seperti itu kerja beliau," tutur dia.
Kemudian ketika serap aspirasi, kalau biasanya keluahan ditampung dulu kemudian baru diteruskan ke dinas terkait, ini berbeda. Quatly biasanya langsung menyampaikan uneg-uneg warga ini dengan langsung menelepon dinas terkait saat itu juga agar segera ditindaklanjuti.
Ghofar menginformasikan jenazah Quatly akan dimakankan di Pemakaman Klumprit yang merupakan makam bagi para warga keturunan Arab. Sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir, jenazah akan disalatkan di Masjid Jami Assegaf yang tak jauh dari rumah almarhum.
"Rencananya dari rumah duka pukul 12.30. Disalatkan di masjid Assgaf dulu, baru dimakamkan," ujar dia.
Dari informasi koran ini, Quatly sebelumnya sempat dirawat beberapa hari di RSUD Dr Moewardi. Kemudian dinyatakan meninggal dunia Senin (15/4) sekira pukul 13.00.
"Kalau dari infonya kena DB (demam berdarah). Sempat dapat transfusi (darah) kemarin. Rencanaya hari ini mau transfusi lagi, tapi kondisi beliau drop dan akhirnya meninggal," ujar Ketua DPD PKS Kota Solo Daryono.
Daryono mengaku cukup dekat dengan Quatly. Sebab Quatly sempat menjabat sebagai ketua DPD PKS pada 2002-2007. Quatly selalu menanamkan sikap disiplin kepada kader PKS.
“Dalam sharing ilmu, beliau tidak pernah melihat umur maupun latar belakang lawan bicaranya. Siapa yang mau belajar, pasti selalu beliau ajari. Orangnya terbuka dan selalu bertukar ilmu," jelas Daryono. (*/bun)
Editor : Kabun Triyatno