RADARSOLO.COM — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo sudah menerima berkas pendaftaran bakal calon wali kota (bacawalkot) dan bakal calon wakil wali kota (bacawawalkot), Rabu (17/4/2024).
Berkas dikembalikan dua dari total enam pendaftar. Keduanya adalah Rudi Indarto yang mendaftar bacawalkot, serta Widadi yang mendaftar bacawawalkot.
Ketua Tim Penjaringan DPC PDIP Solo Paulus Haryoto menjelaskan, baik Rudi maupun Widadi memiliki latar belakang pengusaha. Mereka datang mengembalikan berkas ke kantor DPD PDIP Solo pukul 11.00.
“Setelah ini penitia penjaringan akan melakukan variifikasi, mulai 24-30 April. Akan kami cek secara adminsitasi, apakah ada kekurangan atau tidak? Kalau kurang, nanti kami minta dilengkapi sampai 30 April. Kalau sudah, nanti 30 April semua berkas kami kirim ke DPP (dewan pimpinan pusat),” ungkap Paulus.
Saat ini tim penjaringan masih mengecek berkas yang dikirim Rudi dan Widadi. Paulus mengaku sejauh ini berkas keduanya lengkap.
“Tapi akan kami teliti lagi secara seksama,” imbuhnya.
Paulus menambahkan, masih ada empat calon yang sudah mengambil berkas, namun belum mengembalikan ke DPC. Mereka adalah Ginda Ferachtriawan, Wawanto, Kusumo Putro, dan M. Taufiq.
“Masih kita tunggu sampai dengan 24 April,” hematnya.
Selain keempat nama tersebut, masih ada beberapa sosok yang kemungkinan akan mendaftarkan diri. Seorang di antaranya Sekeretaris DPC PDIP Solo sekaligus Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa. Rencananya Teguh akan mengambil berkas pendaftaran pekan depan.
Kemudian eks jurnalis Muchus Budi Rahayu, yang akan mengambil berkas pada Sabtu (20/3). Serta putri politikus PDIP Aria Bima, Yashinta Sekarwangi Mega.
“Kami belum tahu putri Pak Aria Bima akan mengambil formulirnya kapan. Formulirnya wali kota atau wakil wali kota, kami juga kurang tahu. Setahu kami mau berpartisipasi. Kalau Pak Teguh (Prakosa) kemungkinan besar ambil formulir wali kota,” beber Paulus.
Di sisi lain, baru kali ini PDIP melakukan penjaringan secara terbuka untuk pilkada. Juga baru kali ini membuka pintu bagi eksternal partai.
“Sebelumnya kan sistemnya dari anak ranting mengusulkan, kemudian nanti DPC yang menggodok. Setelah itu kami sodorkan nama ke DPP,” urai Paulus.
Paulus mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang mendaftar lewat sistem terbuka ini.
“Artinya, PDIP masih dinilai sebagai partai besar oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, pemerhati politik dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Suwardi mengklaim, elektabilitas Teguh Prakosa cukup tinggi. Dia menilai Teguh paling cocok untuk mendapat restu dari DPP PDIP.
“Sebenarnya ada nama Mas Rheo (Fernandez), putra Pak Rudy (F.X. Hadi Rudyatmo). Hanya saja dari survei yang kami lakukan, elektabilitasnya masih jauh di bawah. Memang paling cocok saat ini ya Pak Teguh,” papar Suwardi.
Suwardi menyarankan agar PDIP membuka pintu koalisi dengan partai politik (parpol) lainnya. Rekomendasinya tertuju pada PKS. Di mana Teguh bisa bersanding dengan politikus PSK Sugeng Riyanto.
“Tinggal menyamakan persepsi saja di akar rumput. Karena antara PDIP dan PKS itu pola politiknya berbeda. Ideologi politiknya berbeda,” beber Suwardi.
Andaikan tidak bisa sejalan dengan PKS, lanjut Suwardi, PDIP bisa menggandeng unsur organisasi keagamaan. Terutama yang memili basis massa besar. Sebut saja Nahdlatul Ulama (NU). Di mana Teguh bisa berpasangan dengan Ketua PCNU Solo Mashuri.
“Mau dengan Pak Sugeng atau Pak Mashuri, dua-duanya bisa memperbesar peluang Pak Teguh memenangkan Pilkada Solo. Karena dua-duanya memiliki basis massa besar di Solo. Ini juga harus jadi perhatian internal parpol, apalagi di pilpres kemarin jago PDIP kalah. Jangan sampai ini terjadi di tingkat daerah,” jelasnya.
Disingung penjaringan calon secara terbuka yang dilakukan PDIP, Suwardi menilai hanya sebatas formalitas. Menurutnya, Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri pasti sudah mengantongi nama-nama kader yang berpotensi menang di pilkada serentak, November mendatang. Termasuk di Kota Bengawan.
“Saya kira ini (penjaringan calon) sekadar meramaikan saja. Menurut saya kok sudah ada nama. Tinggal menunggu waktu pengumuman saja. Kalau saat ini, saya masih meyakini Pak Teguh yang dapat rekomendasi partai,” paparnya. (atn/fer)
Editor : Niko auglandy