Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Penipuan Berkedok Pemesanan Makanan Buka Puasa di Masjid Syeikh Zayed Kota Solo Apakah Akan Berdamai? Ini Jawaban Kepolisian

Niko auglandy • Selasa, 23 April 2024 | 14:15 WIB
Masjid Sheikh Zayed menjadi salah satu jujugan wisata religi di Kota Solo
Masjid Sheikh Zayed menjadi salah satu jujugan wisata religi di Kota Solo

RADARSOLO.COM - Meski sudah ada pertemuan antara korban dan pelaku, kasus penipuan berkedok pemesanan makanan buka puasa di Masjid Syeikh Zayed dengan tersangka Eko, warga Sukoharjo tetap diproses pihak kepolisian.

"Kami sudah pertemukan antara korban dan pelaku. Akan tetapi pertemuan tersebut bukanlah mediasi, lebih pada penambahan pemeriksaan untuk melengkapi BAP," terang Kasatresrkim Polresta Solo Kompol Ismanto Yuwono.

Dia mengakui pada pertemuan tersebut  pelaku memang meminta maaf kepada korban.

“Dari pihak korban juga sudah menyatakan agar kasus ini tetap didalami oleh pihak kepolisian," papar Ismanto yang mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi.

Konfirmasi pengurus masjid maupun panitia buka puasa di masjid yang dibangun dari dana hibah UEA tersebut didalami.

”Jadi apakah makanan tersebut benar diberi secara cuma-cuma atau tidak. Kalau ternyata ada uang yang dibayarkan (dari pihak masjid), berarti benar ada penipuan pada kasus ini," urai Ismanto.

Ditambahkan Ismanto, hingga pemeriksaan terakhir tersangka masih bersikukuh dengan keteranganya. Eko  melakukan penipuan untuk menutup malu, terlanjur sesumbar memesan makanan kepada korban, dan berjanji memberikan keuntungan. Dengan dalih bahwa teman kuliah dari tersangka ada yang menjadi salah satu pengurus masjid ini.

"Oleh karena itu, kedua korban pada percaya, dan merapungkan pesanan makanan dan takjil tersebut. Untuk kulakan bahan baku sendiri, korban sampai berhutang. Mengingat jumlah porsi yang cukup banyak," tutur Ismanto.

Kabarnya kerugian korban mencapai hampir Rp 1 miliar. Diberitakan sebelumnya, dua korban pemilik katering Vio bernama Kusnadi Slamet Widodo, asal Baki. Dan korban kedua adalah pemilik katering Adila, bernama Supodo asal Tawangsari.

Mengejutkannya Supodo tak lain adalah mertua Eko, yang juga jadi korban. Keduanya setiap hari mengirim 400 paket nasi senilai Rp 25.000, dan 400 paket takjil senilai Rp 15.000 ribu ke Masjid Zayed selama 28 hari. Total kerugian dari korban menyentuh angka Rp 960 juta. (atn/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#penipuan #takjil #masjid syeikh zayed