RADARSOLO.COM -- Berawal dari aksi bersama membersihkan tumpukan sampah di sungai sekitar Bendungan Tirtonadi Solo, beberapa pemuda ini malah ketagihan terus berkumpul. Bukan berembug soal sampah saja, namun malah membentuk komunitas dayung.
Hujan deras turun di sekitar Bendungan Tirtonadi kemarin. Beberapa anggota komunitas dayung Bendungan Tirtonadi istirahat di tempat teduh sekitar waduk sambil menunggu hujan reda. Koran ini pun berbincang dengan mereka mengenai asal muasal komunitas ini terbentuk.
Komunitas ini terbentuk sejak 2023. Bisa dibilang dalam prosesnya tidak sengaja. Sebab, mayoritas personilnya ini merupakan orang-orang yang peduli dengan kebersihan sungai.
“Awalnya kami itu pegiat sungai bersih di wilayah sekitar Bendungan Tirtonadi dan Kali Anyar. Sudah lama berkegiatan bareng meski dari latar belakang kelompok yang berbeda-beda,” terang Samuel Yanuar Satria Bintang, salah seorang perwakilan Komunitas Dayung Bendungan Tirtonadi.
Nah, dalam sebuah kesempatan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar lomba dayung antar kelurahan di Bendungan Tirtonadi. Para pegiat sungai ini pun tertantang ikut lomba. Juara 1-4 di kompetisi itu digabung menjadi satu kelompok baru dan dikirim ke lomba dayung perahu se- Pulau Jawa yang digelar di Banjir Kanal Semarang pada 2023 lalu.
“Mayoritas dari kami sama sekali tidak memiliki basik olahraga dayung. Hanya satu dua orang saja yang punya pengalaman. Kemudian mengajari kawan-kawan lainnya sampai bisa latihan rutin seperti ini,” terang dia.
Lomba dadakan itulah yang akhirnya menyatukan rasa para pegiat sungai bersih ini agar semakin rutin menggeluti olahraga yang baru mereka kenal itu. Sejak saat itu, komunitas ini rutin berlatih setiap Selasa dan Jumat sore setiap pekannya.
“Awalnya kami pikir ya hanya akan bertahan untuk lomba-lomba itu saja, tapi di luar dugaan malah kawan-kawan ini terus aktif sampai hari ini. Ini menjadi kegiatan baru buat kami yang dulunya hanya fokus ke bersih sungai saja,” terang dia.
Lewat aktivitas baru ini mereka tetap membawa misi lingkungan. Mereka bertekad menyebarkan olahraga dayung ini sekaligus mengedukasi masyarakat agar tetap menjaga kebersihan sungai. Karena itulah sekalipun mereka mulai aktif menjadi seorang atlet dayung profesonal, mereka tetap rutin melakukan bersih sungai.
“Dalam sepekan itu tiga kali bisa turun ke sungai. Setiap Selasa dan Jumat sore kami latihan dayung. Sabtu pagi kami turun ke sungai untuk membersihkan sampah. Kami bisa menularkan semangat menjaga kebersihan sungai ini lewat olahraga dayung,” hemat Samuel.
Mereka juga sangat terbuka menerima anggota baru yang ingin menekuni olahraga dayung atau hanya sekadar refreshing. Mereka berharap Bendungan Tirtonadi ini bisa menjadi pusat olahraga dayung di Kota Solo.
“Kami harap masyarakat bisa ikut menjaga sungai di lingkungan masing-masing. Sebab sungai ini sangat vital untuk ekosistem. Bila sungai bersih maka mencegah banjir. Selain itu juga bisa dimanfaatkan untuk olahraga, salah satunya dayung,” ujar dia. (*/bun)
Editor : Kabun Triyatno